Koran Warta Kota

Lumpur Tarumajaya Makin Parah, Bisa seperti Lumpur Lapindo?

Mungkinkah lumpur yang menyembut di proyek jaringan pipa di Tarumajaya Bekasi bisa seperti kasus lumpur Lapindo, Jawa Timur?

Lumpur Tarumajaya Makin Parah, Bisa seperti Lumpur Lapindo?
Warta Kota (istimewa)
Jalan Marunda Makmur, Desa Segara Makmur, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi terendam lumpur setinggi 20 cm pada Senin (8/8) siang. Semburan lumpur ini akibat adanya pengeboran jaringan pipa baru oleh PT Pertamina Gas (Pertagas) di wilayah setempat. 

WARTA KOTA, BEKASI— Semburan lumpur akibat pengeboran jaringan pipa di Desa Segara Makmur RT 003/08, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, kian parah, Senin (8/8) siang.

Lumpur yang awalnya hanya keluar dari lantai rumah warga setempat, kini menutupi Jalan Marunda Makmur, Kampung Kebon Kelapa, sejauh 25 meter.

Mungkinkah lumpur ini bisa seperti kasus lumpur Lapindo, Jawa Timur?

Ketua RT setempat, Juroh (55), mengatakan, semburan lumpur tersebut terjadi Minggu (7/8) sekira pukul 23.00. Saat itu, tiba-tiba lumpur menyembur dari lokasi pengeboran di sekitar lokasi hingga merembet ke jalan raya.

“Ketinggian lumpur mencapai 20 cm dari malam sampai tadi siang,” ujar Juroh kepada wartawan, Senin (8/8) malam.

Akibat kejadian tersebut, kata Juroh, aktivitas kendaraan dari arah Marunda ke Tarumajaya atau sebaliknya menjadi terganggu. Bahkan kemacetan mulai terjadi sejak Senin (8/8) pukul 05.00 hingga pukul 19.00.

“Sampai pukul tujuh malam sekarang masih macet, karena kendaraan banyak yang tidak bisa melintas di lokasi,” kata Juroh.

Dia mengungkapkan, semburan lumpur tersebut tidak hanya menutupi jalan raya, tetapi juga masuk ke jalan lingkungan warga yaitu di Gang Manggar dan Gang Antena. Ketinggian lumpur di Jalan Marunda sekitar 15 cm. “Bahkan lumpur ada yang masuk juga ke perumahan warga,” ucapnya lagi.

Menurutnya, pihak PT Pertamina Gas (Pertagas) yang membangun jaringan pipa sudah berupaya menanggulanginya. Salah satunya dengan mengerahkan tiga unit truk untuk menyedot lumpur tersebut.

Menurut dia, hujan yang mengguyur wilayah setempat dari siang hingga sore membuat lumpur menjadi cepat menjalar. Dia memprediksi, jika tidak turun hujan, maka akses jalan tersebut akan lumpuh.

Halaman
12
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help