Timsus Anti Calo Gerilya di Satpas SIM Daan Mogot

Timsus terbentuk untuk menciptakan kenyamanan terhadap peserta uji SIM

Timsus Anti Calo Gerilya di Satpas SIM Daan Mogot
Warta Kota/Andika Panduwinata
Kasi Satpas SIM Daan Mogot, Iptu Iwa Awaludin 

WARTA KOTA, CENGKARENG - Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat membentuk tim khusus (Timsus). Timsus dibentuk guna memberantas para calo yang berseliweran di area Satpas SIM.

Kasi Satpas SIM Daan Mogot, Iptu Iwa Awaludin mengungkapkan anggota Timsus ini beranggotakan 7 orang. Ketujuh orang tersebut merupakan anggota polisi yang berdinas di Satpas SIM Daan Mogot.

"Timsus terbentuk untuk menciptakan kenyamanan terhadap peserta uji SIM," ujar Iwa saat ditemui Warta Kota di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat pada Selasa (2/8/2016).

Timsus sudah mulai bergerilya dalam waktu beberapa bulan kemarin. Iwa yang juga satu dari anggota Timsus ini membeberkan pola kerja dalam memberantas para calo.

"Kami melakukan penyamaran dan memantau di segala penjuru Satpas SIM Daan Mogot," ucapnya.

Petugas memakai pakaian preman melakukan undervover membaur bersama peserta SIM lainnya. Hasilnya, beberapa calo berhasil diringkus.

"Para calo yang menawarkan jasa dan melancarkan penipuan terhadap peserta uji SIM kami tangkap," kata Iwa.

Ia mengklaim dengan adanya Timsus ini dapat meredam maraknya calo yang berseliweran. Timsus ini akan terus bekerja demi menciptakan kenyamanan dan praktek calo di Satpas SIM Daan Mogot.

Pelayanan

Selain bergerilya di area luar sekitar kantor Satpas SIM, Timsus pun menerapkan operasi di loket - loket yang ada. Mulai dari pelayanan awal hingga akhir benar - benar diawasi ketat.

"Kami gunakan kalung untuk peserta uji SIM. Hanya pengguna kalung saja yang diperbolehkan masuk ke dalam, kami jaga ketat," ungkapnya.

Iwa menyatakan akan menindak tegas para petugas apabila ada yang bermain dalam pembuatan SIM. Para petugas diimbau agar bersikap profesional dalam melayani masyarakat.

"Jika ada petugas yang terbukti bermain dalam pembuatan SIM akan disanksi keras. Tidak ada pungutan liar selama proses pembuatan SIM berlangsung," tuturnya.

Bahkan pihaknya pun memberikan pelatihan khusus bagi para petugas yang melayani peserta uji SIM. Petugas wajib mengerti mekanisme dan prosedurnya dalam proses pembuatan SIM.

"Sudah diberikan pelatihan harus melayani masyarakat dengan sopan. Jangan galak - galak dan banyak senyum," papar Iwa. (

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help