Home »

Bogor

Sindikat Narkoba

Beralasan Jual Sabu Demi Anak, Yuli Tetap Digelandang Polisi

Tidak memiliki penghasilan lantaran suami masih lama mendekam di penjara, Yuli (35) warga Parung, Bogor harus menafkahi seorang anaknya seorang diri.

Beralasan Jual Sabu Demi Anak, Yuli Tetap Digelandang Polisi
Warta Kota
Ilustrasi : sabu 

WARTA KOTA, SENEN - Tidak memiliki penghasilan lantaran suami masih lama mendekam di penjara, Yuli (35) warga Parung, Bogor harus menafkahi seorang anaknya seorang diri.

Namun, langkah yang diambil Yuli justru salah, ibu rumah tangga itu justru menjual narkoba jenis sabu untuk menafkahi anak semata wayangnya yang masih bayi.

Usaha haram yang dipilih Yuli tersebut diungkapkan Wakapolres Jakarta Pusat, AKBP Roma Hutajulu mengikuti suaminya yang sebelumnya telah ditangkap dan menjalani hukuman penjara atas kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang beberapa waktu lalu.

Karena itu, lanjutnya, besar dugaan bila Yuli termasuk dalam jaringan narkoba yang dikendalikan suaminya dibalik jeruji penjara.

Sebab, barang bukti yang ditemukan di dua lokasi terpisah, yakni di rumah kost yang beralamat di Jalan Petojo, Gambir, Jakarta Pusat dan rumah tinggal Yuli yang beralamat dibilangan Parung Bogor mencapai seberat 1.488 gram.

"Kami masih menelusuri soal keterlibatan suami pelaku. Kasus ini masih dalam pengembangan terkait adanya jaringan narkoba besar dan di dalam Lapas (Cipinang). Karena dalam keterangannya, sabu itu dijual di sejumlah klub malam yang ada di kawasan Jakarta," ungkapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Jajaran Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengungkap kasus peredaran sabu di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dua orang pengedar narkoba jenis sabu yakni, Yuli (35) dan Isan (37) beserta barang bukti senilai Rp 1,2 miliar di lokasi terpisah

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya kini telah diamankan di Mapolsek Metro Tanah Abang. Keduanya dijerat Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan lebih dari 20 tahun penjara.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help