Home »

News

» Jakarta

Razia Unggas Dikeluhkan Warga

Warga Kenari, Jakarta Pusat mengeluhkan razia unggas yang digelar Pemkot Jakarta Pusat.

Razia Unggas Dikeluhkan Warga
Warga memprotes penertiban unggas yang digelar Pemkot Jakarta Pusat di kawasan Kenari, Jakarta Pusat.

WARTA KOTA, SENEN-Warga menolak kedatangan rombongan Pemkot Jakarta Pusat bertandang ke wilayah Kelompok Tani Tanggap Rawat Taman dan Hijau (T2RH), Kenari, Senen, Jakarta Pusat. Mereka tidak terima karena ratusan unggas mereka disembelih petugas.

Penolakan tersebut bermula ketika puluhan anggota gabungan yang terdiri dari Suku Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Pusat bersama Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) secara mendadak mendatangi lingkungan Jalan Kenari II, Cikini, Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (28/7/2016) pagi.

Rombongan yang dipimpin Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara itu segera menyisir Jalan Inspeksi Kali Ciliwung mulai dari Kelurahan Kenari hingga belakang Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kedatangan mereka mengejutkan warga.

Sejumlah petugas memeriksa kandang ayam dan merpati yang bertengger di ujung turap Anak Kali Ciliwung. Seluruh unggas kemudian ditarik keluar dan segera dieksekusi satu per satu oleh petugas dengan cara disembelih memakai pisau.

Aksi petugas tersebut tak ayal membuat sejumlah sudut Jalan Kenari II dan Jalan Inspeksi Anak Kali Ciliwung memerah lantaran darah segar unggas tidak dikubur tanah setelahnya. Hal itu pun memicu keluhan warga, khususnya para ibu yang menonton jalannya razia, mereka meminta agar petugas membersihkan darah agar tidak terkena anak-anak.

"Asal main potong aja pak, dirapihin lagi dong. Nanti gimana kalo kena anak-anak, apalagi dimainin, nanti malah pada kutilan lagi," ungkap seorang ibu ketus kepada petugas.

"Lagian asal-asalan banget motongnya, yang ada ini mah malah nyebarin flu burung, darahnya kemana-mana," ungkap seorang ibu lainnya.

Tidak hanya menyembelih unggas, para petugas pun menghancurkan seluruh kandang unggas milik warga. Seluruh material kemudian dikumpulkan dan diangkut ke dalam truk milik Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta.

Upaya petugas dalam mencegah beredarnya flu burung itu sempat dihentikan oleh seorang warga bernama Kamal (45) warga RT 04/04, Kenari, Senen, Jakarta Pusat. Pria berkacamata itu berteriak lantang dan mengumpat petugas untuk berhenti bertindak.

Kemarahan mantan Ketua RT 04/04 Kenari itu memang beralasan. Pasalnya sejumlah ayam jago miliknya yang di pelihara sudah tergeletak tidak bernyawa. Semua ayam jago yang menurutnya jenis unggul itu memiliki harga jual yang mahal hingga jutaan rupiah per ekor.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help