Pedagang di PGC Gelar Aksi Demonstrasi untuk Tolak Kenaikan Biaya Service Charge

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya penolakan biaya service charge, yang selalu naik, setiap tahunnya.

Pedagang di PGC Gelar Aksi Demonstrasi untuk Tolak Kenaikan Biaya Service Charge
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Pedagang PGC demonstrasi. 

WARTA KOTA, KRAMATJATI -- Belasan pedagang yang berjualan di PGC (Pusat Grosir Cililitan), Jakarta Timur menggelar aksi demo di depan lobi gedung.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya penolakan biaya service charge, yang selalu naik, setiap tahunnya.

Para pedagang sempat melakukan orasi terkait keluhan. Mereka juga turut membawa dan membentangkan spanduk yang berisikan tuntutan seperti 'Kami menolak kenaikan service charge tiap tahun', 'Tolak kenaikan service charge', 'Kami minta keadilan bukan janji'.

Ketua Asosiasi Pedagang PGC Cililitan, Lody Fadillah mengatakan pihaknya mempertanyakan kenaikan biaya service charge yang dibebankan kepada mereka setiap tahunnya. Jika selama ini biaya service charge hanya dikenakan Rp 98 ribu per meter, kini menjadi Rp 103 ribu per meter pada tanggal 5 setiap bulannya. Ditambah lagi kenaikan itu dilakukan tanpa adanya sosialisasi.

"Selama ini sosialisasi kenaikan biaya service charge tidak ada. Biaya yang dibebankan itu juga belum termasuk PPN dan biaya pemeliharaan 23 persen dari jumlah keseluruhan service charge dan itu sangat memberatkan," katanya, Kamis (28/7).

Selain itu pihaknya juga menuntut biaya lainnya seperti listrik, air dan sinking fund yang dianggap selama ini memberatkan. Pasalnya biaya-biaya yang harus dikeluarkan tersebut tidak transparan. Bahkan diklaim ada beberapa pedagang yang mengeluarkan biaya tidak sesuai dengan pengeluarannya.

"Ada konter yang cuma punya empat lampu neon, biaya listriknya bisa sampai Rp 900 ribu, kan enggak benar itu. Belum lagi pengunjung PGC setiap tahun menurun sehingga omset juga menurun tapi biaya operasional sangat besar sekali," katanya.

Pedagang lainnya, Yos Ambo mengatakan aksi yang dilakukan pihaknya merupakan cara untuk menunjukkan aspirasi damai tanpa berusaha menodai citra PGC yang selama ini menjadi tempat mereka berjualan. Justru apa yang dilakukan pihaknya untuk meningkatkan apa yang ada di PGC.

"Tujuan kita adalah para pedagang menolak kenaikan biaya service charge dan minta pengelola mengkaji ulang karena kenaikan service charge dlakukan setiap tahun pada bulan Ramadan. Kita maunya kebijakan itu dtunda dan dkaji ulang," kata pedagang lainnya, Yos ambo.

Terkait hal tersebut, General Manager PT PGC, Akub Sudarsa mengatakan kenaikan biaya service charge setiap tahunnya adalah sesuatu yang wajar. Bahkan kenaikan biaya service charge tahun ini menjadi yang paling rendah daripada tahun-tahun sebelumnya.

"Awalnya kenaikan biaya service charge diatas Rp 20 ribu per meter namun pengurus (asosiasi pedagang) keberatan karena sedang tidak ramai. Akhirnya kita ajukan Rp 15 ribu per meter namun masih juga keberatan. Setelah memperhatikan berbagai faktor, akhirnya diputuskan kenaikan biaya service charge hanya Rp 5.000 per meter," katanya.

Ia menambahkan pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi sejak bulan Januari kemarin melalui asosiasi pedagang dan diputuskan pada bulan Juni kemarin. "Kenaikannya pun baru mulai dilakukan pada bulan Juli, setelah Lebaran agar mereka bisa fokus berjualan. Kenaikan tiap tahun juga wajar karena ada kenaikan inflasi, operasional dan segala macamnya. Jadi tidak mungkin ditunda," ucapnya.

Khusus mengenai biaya listrik dan air, pihaknya siap diajak bicara apabila ada pedagang yang merasa keberatan dengan tagihan yang diterima. Adapun mengenai sinking fund, Akub mengaku biaya itu hanya dibebankan kepada salah satu pihak, apakah pemilik kios atau pedagang.

"Sinking fund itu tercatat diluar operasional rutin seperti service AC, pembenahan dan lainnya. Itupun dibebankan kepada pemilik kios atau pedagang, tergantung kesepakatan mereka selama ini," ujarnya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved