Dua Pemuda yang Ditangkap Karena Keranjingan Main Pokemon Go di Mapolresta Depok, Dipulangkan

Dua pemuda yakni DG (20) dan MS (17) yang sempat diamankan polisi karena kedatan bermain game Pokemon Go sudah dipulangkan kembali ke rumah mereka.

Dua Pemuda yang Ditangkap Karena Keranjingan Main Pokemon Go di Mapolresta Depok, Dipulangkan
Warta Kota/Panji Bhaskara Ramadhan
Ilustrasi. Remaja keranjingan main Pokemon Go. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Dua pemuda yakni DG (20) dan MS (17) yang sempat diamankan polisi karena kedatan bermain game Pokemon Go di depan ruang Satuan Intel Mapolresta Depok, Senin (25/7/2016) pagi, sudah dipulangkan kembali ke rumah orangtua mereka masing-masing, Senin malam.

Sebab dari hasil interogasi dan pemeriksaan atas keduanya selama beberapa jam, polisi memastikan tidak ditemukan adanya kesengajaan atau hal lain, atau bahkan dugaan spionase yang dilakukan keduanya.

Hal itu dikatakan Kapolresta Depok Kombes Harry Kurniawan kepada Warta Kota, Selasa (26/7/2016).

"Karena sementara, tidak ditemukan ada unsur kesengajaan dan tujuan tertentu atau hal lain yang dilakukan keduanya, dengan bermain game itu di lingkungan kepolisian, maka mereka kami kembalikan ke orangtua masing-masing," kata Harry.

Menurut Harry, pihaknya memanggil orangtua atau keluarga kedua pemuda itu, sebelum mereka dipulangkan.

"Keduanya juga kami minta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya," kata Harry.
Ia mengatakan meskipun begitu, kedua pemuda itu, bisa saja dipanggil kembali oleh pihaknya jika dikemudian hari diketahui bahwa dari yang mereka lakukan ini, memang ada tujuan tertentu yang merugikan kepolisian atau institusi negara lainnya.

Harry menuturkan MS dan DG adalah warga Sukmajaya, Depok. MS berprofesi sebagai petugas kebersihan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, sementara DG berporesi sebagai petugas kebersihan lepas.

Keduanya kata Harry kedapatan bermain game Pokemon Go di depan ruang Satuan Intel Mapolresta Depok, Senin (25/7/2016).

Padahal sesuai instruksi Kapolri, semua warga sipil dan personel kepolisian dilarang bermain Pokemon Go di lingkungan atau area kantor kepolisian.

"Karenanya meraka kami amankan dan diperiksa petugas," kata Harry.

Kepada petugas kata Harry, keduanya mengaku baru saja hendak membuat surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) guna keperluan mereka bekerja.

"Namun saat diminta menunjukkan syarat yang dibawa untuk membuat SKCK, mulai dari surat pengantar sampai foto kopi KK dan lainnya, keduanya tidak bisa menunjukkannya. Karena agak mencurigakan petugas mengamankan keduanya," kata Harry.

Karenanya kata Harry, setelah diperiksa di Satuan Intel Polresta Depok, kedua pemuda itu masih diperiksa lagi di dengan diserahkan ke Unit Paminal Polresta Depok.

"Dari hasil pemeriksaan keduanya mengakui hanya iseng saja bermain Pokemon Go dan tak tahu perbuatan itu dilarang jika dilakukan di lingkungan kepolisian," kata Harry.

Harry menjelaskan sesuai dengan surat edaran Kapolri disebutkan bahwa bagi semua personel Polri dan warga sipil dilarang bermain Pokemon Go di lingkungan markas kepolisian.

Karena hal itulah, kata dia, pihaknya sempat mengamankan dan memeriksa kedua pemuda yang kedapatan bermain Pokemon Go di depan ruang Satuan Intel Polresta Depok.

Namun karena dipastikan tidak ada kesengajaan dan tujuan tertentu, keduanya dipulangkan ke orangtua mereka, Senin malam.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved