Komunitas

Indonesia Ist Community: Suka dan Duka Mobil CBU

Mobil yang generasi pertamanya hadir di Negeri Sakura pada tahun 2001 itu, di tanah air saat ini bisa dibilang langka populasinya.

Indonesia Ist Community: Suka dan Duka Mobil CBU
dok.IIC
Para anggota Indonesia Ist Community saat berkumpul. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Di Indonesia, Toyota Ist merupakan salah satu city car completely built-up (CBU) alias diimpor langsung dalam bentuk utuh dari Jepang.

Bahkan, mobil yang generasi pertamanya hadir di Negeri Sakura pada tahun 2001 itu, di tanah air saat ini bisa dibilang langka populasinya.

Atas dasar kelangkaan itu, para pemilik Ist membentuk sebuah wadah dengan sebutan Indonesia Ist Community (IIC).

IIC resmi dibentuk pada 30 Oktober 2015. Saat ini IIC memiliki 127 anggota yang tersebar di berbagai kota, yakni Jakarta (52), Bogor (8), Bandung (17), Jogya, Solo, Semarang (15), Bali (2), Surabya (19), Medan (3), Kalimantan Barat (2), Batam (4), Jambi (1), Aceh (1), dan Ambon (1).

Adi Wicaksono, Ketua IIC Chapter Jakarta mengaku memiliki dan merawat Ist ada pengalaman suka dan dukanya.

Pengalaman sukanya ungkap Adi, mobil yang mereka miliki jarang yang pakai, dan non mainstream.

"Ist bukan (mobil) produk sejuta umat. Asik saja sih berbeda bila sedang di kerumunan. Bangga memiliki dan mengendarainya. Apalagi, kalau lirikan mata pengendara lain tertuju pada kita," kata Adi.

Sedangkan dukanya memiliki Toyota Ist, lanjut Adi, membuat dahi berkerut bila sudah bicara perawatannya.

"Biaya perawatannya, untuk ongkos jasa servis bisa dua kali lipat lipat dari produk lokal. Itu baru bicara biaya jasanya, untuk spare parts-nya beda lagi. Harganya bisa bikin sakit perut, belum lagi kadang susah mencari yang ready stock," kata Adi sembari bergurau.

Selain itu, lanjut dia, pajak tahunannya juga lebih tinggi dari lokal.

Dengan adanya IIC sebagai wadah pemilik Toyota Ist, selama ini para anggota saling berinteraksi tak hanya sekadar berbagi informasi seputar perawatan mobil kesayangan mereka.

Akan tetapi, awak IIC kerap menggelar beragam kegiatan seperti familly gathering, bakti sosial, dan lainnya.

Untuk menjalin silaturahmi antar anggota, IIC memiliki agenda ngumpul bareng alias kopi darat sebulan sekali. lokasinya, ditentukan atas kesepakatan bersama.

Rencananya, pada tanggal 8-9 Oktober 2016 mendatang anggota IIC akan berkumpul di kota Yogyakarta untuk menggelar musyawarah nasional (munas).

Dalam munas nanti, antara lain, akan membahas pemilihan Ketua Umum, dan Ketua Wilayah. (ign)

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help