Kedapatan Bawa Pedang Katana, Dua Pemuda di Cililitan Diciduk Polis

Penangkapan kedua pemuda tersebut bermula saat aparat kepolisian melakukan operasi cipta kondisi di kawasan Cililitan.

Kedapatan Bawa Pedang Katana, Dua Pemuda di Cililitan Diciduk Polis
Tokopedia.com
ILUSTRASI - Pedang Katana 

WARTA KOTA, KRAMATJATI - Dua pemuda yakni Dewo (20) dan Ferian (21) diciduk polisi karena kedapatan membawa samurai saat berada di kawasan Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (20/7) malam. Senjata tajam tersebut dibawa para pelaku untuk melakukan aksi tawuran.

Penangkapan kedua pemuda tersebut bermula saat aparat kepolisian melakukan operasi cipta kondisi di kawasan Cililitan. Sial buat keduanya, aparat kepolisian yang menaruh curiga dengan gerak-gerik mereka langsung melakukan penangkapan karena membawa senjata tajam.

"Petugas di lapangan berhasil mengamankan kedua pelaku yang membawa senjata tajam berupa pedang samurai yang disimpan di dalam jaket," kata Kanit Reskrim Polsek Kramatjati, AKP Erwin Pakpahan, Kamis (21/7).

Setelah ditangkap, keduanya pun langsung digelandang ke Mapolsek Kramatjati untuk dimintai keterangan. Berdasarkan pengakuan keduanya, mereka membawa senjata tajam untuk melakukan aksi tawuran. "Dari pengakuan keduanya, mereka mau melakukan tawuran dengan warga Cililitan. Semua (senjata tajam) akan digunakan sebagai alat untuk tawuran," katanya.

Ia menambahkan penangkapan kedua pemuda itu juga dilakukan sebagai bentuk antisipasi maraknya tawuran di wilayah Asrama Polri dan Budi Asih. Untuk itu akan memeperketat pengamanan serta penjagaan di wilayah yang rawan tawuran serta meminta kerjasama dari ketua RT setempat agar melakukan pengawasan.

"Supaya bisa menekan angka kekerasan, maka pengamanannya juga harus ditingkatkan dan kita juga sudah bersinergis dengan ketua RT setempat untuk melakukan pengawasan agar tidak terjadi lagi tawuran," jelasnya.

Dari hasil penangkapan keduanya, aparat kepolisian mengamankan barang bukti berupa dua buah pedang samurai dan satu senjata tajam berbentuk gergaji. Atas perbuatannya, keduanya dijerat dengan UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang membawa senjata tajam tanpa izin dimana ancaman maksimal hukumannya 10 tahun penjara.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved