Home »

News

Wow, Kementerian ESDM dan DPR Tempati Posisi Teratas Daftar Penerima Gratifikasi

Direktur Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi Giri Suprapdiono membeberkan data terkait jumlah laporan gratifikasi selama Idul Fitri silam.

WARTA KOTA, SETIABUDI - Direktur Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono membeberkan data terkait jumlah laporan gratifikasi selama hari raya Idul Fitri silam.

"Dari data terakhir sore kemarin, ada 84 laporan grarifikasi terkait lebaran. Total nilai yang dilaporkan kira-kira Rp679.458.000," tutur Giri, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (19/7/2016).

Adapun pihak yang paling banyak melaporkan sebagai penerima gratifikasi adalah mereka yang berasal dari Kementrian ESDM dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau DPRD.

"Yang lainnya oleh Kementrian Kesehatan, Kemenlu dan beberapa BUMN atau BUMD," ucapnya.

Sedangkan daerah yang paling banyak menerima gratifikasi diketahui adalah Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, DKI Jakarta dan beberapa kabupaten kota di Provinsi Jawa Barat termasuk Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi (PPATK).

"Pihak yang melaporkan adalah mereka yang menjabat sebagai Wakil Menteri, Anggota DPR eselon 1, Direksi, Dokter, dan yang lainnya," ungkap Giri.

Barang hasil grarifikasi akan ditetapkan status kepemilikannya. Apabila menjadi milik negara, barang-barang akan dilelang secara terbuka. Sedangkan yang berbentuk uang akan langsung ditransfer ke kas negara.

"Pelapor akan terbebas dari pidana gratifikasi pasal 12B apabila melaporkan kepada KPK dalam waktu 30 hari kerja," tutupnya. (Rangga Baskoro)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help