Berlagak Jadi Intel Polisi, Pemuda Penganggur Rampas Handphone Pejalan Kaki di Tebet

Kejadian penipuan dan perampasan handphone itu berawal saat korban sedang berjalan sendiri di pinggir jalan.

Berlagak Jadi Intel Polisi, Pemuda Penganggur Rampas Handphone Pejalan Kaki di Tebet
Warta Kota/Bintang Pradewo
Sanudin alias Ambon (38), Intel Gadungan yang ditangkap 

WARTA KOTA, TEBET - Berpakaian preman dan membawa pistol mainan, Sanudin alias Ambon (38) memperdayai Raka Dwi Kurniawan (18) di Jalan Persada Raya RW 15, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (26/6) malam. Pelaku berbadan tegap dan berkulit hitam berhasil mengambil handphone milik korban.

Kejadian penipuan dan perampasan handphone itu berawal saat korban sedang berjalan sendiri di pinggir jalan. Tiba-tiba, Sanudin yang menggunakan sepeda motor jenis matik mendatangi korban dengan berlagak seperti intel dari kepolisian.

Pelaku mengaku kepada korban sedang mencari pelaku narkoba yang bernama Rudi Gondrong. Karena korban dikira adalah salah satu komplotan dari Rudi. Ternyata itu hanya modus yang digunakan pelaku untuk mengajak korban berkeliling.

"Modus operandi dari tersangka yaitu mengaku sebagai anggota intel dan berpura pura mencari seseorang yang bernama Rudi gondrong. Kemudian meminta bantuan kepada pelapor untuk membantu mencari Rudi gondrong," kata Kanit Reskrim Polsek Tebet, AKP Mudiran di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (19/7).

Setelah berada di tempat sepi. Korban langsung diturunkan dan diambil hanphone smart phone miliknya merek Samsung. "Di tengah perjalanan pelapor disuruh turun oleh tersangka untuk kembali ke tempat semula dan meminta handphone pelapor," tuturnya.

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan dari korban langsung menyelidiki kasus tersebut. Akhirnya, tersangka bisa diamankan di sebuah rumah kontrakan di kawasan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (18/7).

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti satu buah pistol mainan yang terbuat dari plastik. Sementara untuk handphone korban sudah dijual oleh pelaku untuk berfoya-foya. " Pasal yang disangkakan adalah Pasal 378 Jonto 372 KUHP dengan ancaman di atas 5 tahun penjara," kata dia mengakhiri pembicaraan.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help