Penemuan Mayat Kembali Gegerkan Warga, Lokasi di Sekitar GOR Velodrome

Penemuan mayat, yang belakangan diketahui bernama Leopad Keneddy Adam (54) itu sempat menggegerkan warga sekitar.

Penemuan Mayat Kembali Gegerkan Warga, Lokasi di Sekitar GOR Velodrome
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Ilustrasi penemuan mayat. 

WARTA KOTA, PULOGADUNG -- Sesosok mayat ditemukan di sekitar GOR Velodrome, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (13/7/2016).

Penemuan mayat, yang belakangan diketahui bernama Leopad Keneddy Adam (54) itu sempat menggegerkan warga sekitar.

Penemuan tersebut bermula saat Riyanto (39) melakukan pengecekan terhadap seluruh toko yang berjejer di sekitar GOR Velodrome.

Namun, alangkah terkejutnya pria yang bekerja sebagai petugas keamanan itu saat membuka toko milik Leopad.

Pemilik toko makanan siap saji itu ditemukan tewas dengan kondisi badan membengkak dan meringkuk persis di dekat etalase miliknya. "Saya langsung kasih tahu pengurus dan setelah itu lapor polisi, enggak lama mereka datang  dan melakukan pemeriksaan," katanya, Rabu (13/7/2016).

Riyanto menduga kematian Leopad tersebut diakibat sakit paru-paru yang memang sudah lama dideritanya. "Kayanya dia sakit, soalnya sejak satu minggu lalu kondisinya sudah lemah," katanya.

Kapolsek Pulogadung, Kompol Cahyo membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. "Iya benar. Kami juga masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi mata yang ada di lokasi kejadian," katanya.

Cahyo mengatakan korban yang merupakan warga Rawa Badak Jakarta Utara itu dikenal jarang bergaul dan jarang bersosialisasi sehingga membuat warga sekitar kurang mengetahui tentang sosok Leopoed.

Diduga korban meninggal akibat sakit yang dideritanya. Pasalnya dari hasil identifikasi yang dilakukan, pihaknya tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan atau luka dari sekujur tubuhnya. Namun demikian hingga saat ini pihak kepolisian belum bisa memastikan lebih detail mengenai penyebab tewasnya Leopad.

"Saat ini korban sudah dibawa ke RSCM untuk keperluan visum. Kami juga belum bisa memastikan penyebab kematian dia, semuanya masih diperiksa. Namun, katanya, dia ini sakit sudah lama, informasi itu juga diperkuat dengan tidak adanya tanda-tanda penganiayaan," ucapnya.

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved