Kasihan, Warga Kampung Pulo Diperas dan Dipaksa Bayar Rp 200.000 Angkut Barang ke Rusun

Warga Kampung Pulo yang digusur, diberikan tempat tinggal pengganti di rusunawa, namun biaya pengangkutan barang-barang sangat mahal.

Kasihan, Warga Kampung Pulo Diperas dan Dipaksa Bayar Rp 200.000 Angkut Barang ke Rusun
Warta Kota/Alija Berlian Fani
Warga Kampung Pulo diperas dan dipaksa bayar Rp 200.000 untuk angkut barang. 

WARTA KOTA, JATINEGARA -- Warga Kampung Pulo yang digusur, diberikan tempat tinggal pengganti di rusunawa, Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur.

Namun, biaya pengangkutan barang-barang sangatlah mahal.

Ditemui wartakota pada Rabu (13/7/2016), Dedi (32) warga Kampung Pulo RT 12 RW 02 bercerita mengenai keluh kesahnya terhadap rusun yang diberikan Pemprov DKI Jakarta.

"Waktu pindahan kerusun buat mindahin barang mesti ngeluarin 200.000 rupiah sekali jalan pakai gerobak. Kalo barangnya banyak bisa berapa duit coba," ujar pria yang sanak saudaranya telah pindah ke rusun.

Menurut pria yang telah tinggal dari beberapa generasi sebelumnya di Kampung Pulo biaya dirusunpun masih terasa sangat membebani.

"Udah keitung semuanya air, listrik, dan lain-lain bisa sampai 700.000 perbulan. Itupun bisa lebih kalo pake airnya kebanyakan," ungkapnya di pinggir kali Ciliwung.

Selain itu, ia juga menyampaikan sekarang ini silaturahmi antar sanak saudara dan kerabat menjadi mulai susah. Suasana sekitarpun jadi terasa sepi.

"Biar keliatannya deket tapi terasanya jauh. Yang dulu tinggal geser aja nyampe, sekarang mesti naik motor dulu," ujarnya sambil sesekali memandang ke arah bantaran kali.(Alija Berlian Fani)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved