Menkeu Bilang Banyak Anak Konglomerat Pindah Kewarganegaraan

Menurut Bambang dari anak-anak konglomerat yang pindah kewarganegaraan sehingga negara rugi.

Menkeu Bilang Banyak Anak Konglomerat Pindah Kewarganegaraan
Warta Kota
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro 

WARTA KOTA, PALMERAH—Pemerintah kabinet kerja mencari cara agar pemasukan dan aset negara bertambah. Salah satu upayanya melalui pengampunan pajak.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengaku banyak kehilangan potensi aset negara. Sumbernya menurut Bambang dari anak-anak konglomerat yang pindah kewarganegaraan.

"Banyak negara-negara yang menawarkan anak dari konglomerat pindah warga negara, supaya asetnya pindah menjadi warga negara," ujar Bambang di gedung DPR/MPR IR, Jakarta, Selasa (28/6/2016).

Bambang berharap agar pemerintah bisa mempertahankan semua pengusaha di dalam negeri tidak pindah ke negara lain. Karena jika hal itu terus terjadi, banyak aset negara akan hilang.

"Kalau kayak gitu kita kehilangan kesempatan (tambah aset)," ungkap Bambang.

Bambang menambahkan melalui Tax Amnesty, tujuan utamanya untuk menarik uang milik pengusaha Indonesia yang ada di luar negeri. Namun ke depannya, Bambang menilai walaupun pengusaha membuat bisnis di dalam negeri, namun asetnya bisa jadi milik negara lain.

"Di 2018 dan itu belum tentu uangnya masih uangnya orang Indonesia," kata Bambang.

Sebelumnya diberitakan tribunnews.com, pemerintah ingin mendorong adanya UU Tax Amnesty untuk menambah pemasukan negara lewat pajak. Kementerian Keuangan menargetkan potensi pengampunan pajak sebesar Rp 165 triliun sampai akhir 2016.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved