Industri Dapatkan Kemudahan Pemanfaatan Produk Inovasi

Dirjen Kemristekdikti memberikan kemudahan bagi industri dalam pemanfaatan teknologi inovasi yang dihasilkan inovator.

WARTA KOTA, JAKARTA - Direktur Jenderal Penguatan Inovasi, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) memberikan kemudahan bagi industri dalam pemanfaatan teknologi inovasi yang dihasilkan inovator.

Kemudahan itu berupa pengurangan pajak sebesar dua kali lipat. Lalu, membiayai riset pengembangan, dan untuk melakukan testing maka diminta lembaga-lembaga riset yang memiliki laboratorium untuk melakukannya.

"Jika diminta untuk bantuan sumber daya manusianya, kami juga akan memberikannya," kata Direktur Jenderal Penguatan Inovasi, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Jumain Appe, di Jakarta, Rabu (22/6/2016).

Jumain Appe menambahkan, berbagai produk inovasi ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat telah diciptakan Dirjen Penguatan Inovasi. Baik itu dibidang pertanian, kesehatan, dan manufaktur. Oleh sebab itu, pihak industri pun dapat memanfaatkan produk Inovasi tersebut untuk mencapai efisiensi dan peningkatan mutu.

Dikatakan Jumain Appe, ada tiga hal yang diperhatikan Dirjen Penguatan Inovasi dalam menciptakan produk inovasi.

Pertama adalah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Hal ini penting diperhatikan agar produk inovasi yang dihasilkan mendapatkan dukungan pemerintah.

Kedua, mengharmonisasikan kebijakan tersebut.

Kketiga, penerimaan industri terhadap produk inovasi yang dihasilkan.

"Makanya kami mendorong produk inovasi tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga mendapatkan dukungan pemerintah dan penerimaan dari pelaku industri," tuturnya.

Jumain Appe menyayangkan masih adanya ego sektoral di kementerian maupun lembaga dalam pengembangan pengembangan produk inovasi di Tanah Air. Sehingga berbagai program yang dijalankan oleh pemerintah tidak berjalan dengan baik.

"Bicara program benar adanya tapi begitu implementasi nol. Karena masing-masing punya kepentingan, apalagi kalau menyangkut uang atau bisnis. Ini harus kita jadikan satu, yakni membikin program nasional, bahkan Presiden Joko Widodo pun sudah menyatakan harus membuat program bersama," tandasnya.

Penulis: Dody Hasanuddin
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved