PPDB 2016

Kuota Penerimaan Siswa Miskin di Bekasi Naik Jadi 15 Persen

Pemerintah Kota Bekasi akhirnya menaikan kuota penerimaan siswa miskin untuk sekolah negeri dari 5 persen menjadi 15 persen.

Kuota Penerimaan Siswa Miskin di Bekasi Naik Jadi 15 Persen
Acep Nazmudin
Sejumlah calon peserta Didik melakukan verifikasi data PPDB di SMAN 29 Jakarta Selatan, Sabtu (18/6/2016). 

WARTA KOTA, BEKASI -- Pemerintah Kota Bekasi akhirnya menaikan kuota penerimaan siswa miskin untuk sekolah negeri dari 5 persen menjadi 15 persen.

Dengan demikian, para siswa bisa melakukan pendaftaran lewat jalur afirmasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) online yang diunggah www.bekasi.siap-ppdb.com pada 27 Juni 2016.

Kepala Bidang Bina Program, pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Agus Enap mengatakan, awal Juni lalu instansinya menyiapkan kuota sebesar 5 persen bagi siswa miskin.

Namun setelah melakukan pembahasan lebih dalam dengan legislator Kota Bekasi, maka jumlah itu diubah menjadi 15 persen. Alasannya, jumlah siswa miskin di Kota Bekasi bertambah.

"Berdasarkan data tingkat kemiskinan di Kota Bekasi itu, menjadi 10 persen sampai 12 persen," kata Agus pada Minggu (19/6).

Agus mengatakan, total siswa yang berasal dari keluarga miskin mencapai 203.000 KK.

Data itu berdasarkan dari program keluarga harapan (PKH), kartu sehat dan kartu indonesia pintar di wilayah setempat. Sehingga, jatah kuota itu sudah tepat untuk mengikuti PPDB online tahun ini.

"Kami menjatahkan kuota itu agar mereka bisa mengikuti jalur khusus sehingga bisa bersekolah di negeri," ujar Agus.

Agus mengungkapkan, pemberian jatah kuota siswa miskin tahun ini sangat berbeda dengan tahun lalu. Untuk tahun sebelumnya, kata Agus, siswa miskin menggunakan sistem zona lokal atau zona domisili. Sistem tersebut, mengacu pada jarak rumah siswa dengan lokasi sekolah negeri.

Sedangkan zona afirmasi ini, bisa menjadi pilihan bila siswa miskin kalah bersaing melalui jalur regional online.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help