Lepas Tembakan, Ferry Irawan Gunakan Senjata Dengan Peluru Karet

Ferry Irawan akhirnya diperiksa di Mapolsek Pancoran setelah aksi koboinya melepaskan tembakan.

Lepas Tembakan, Ferry Irawan Gunakan Senjata Dengan Peluru Karet
Warta Kota/Bintang Pradewo
Lokasi kejadian, rumah tinggal Ferry Irawan di Jalan Sarinah nomor 25, Pangadegan, Pancoran, Jakarta Selatan. 

WARTA KOTA, PANCORAN -- Ferry Irawan akhirnya diperiksa di Mapolsek Pancoran setelah aksi koboinya melepaskan tembakan setelah didatangi dua petugas P2B Kecamatan Pancoran di rumah tinggalnya Jalan Raya Sarinah No 25, Rt 01/08, Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan.

Namun, pemeriksaan Ferry masih sebagai saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolsek Pancoran, Kompol Aswin membenarkan pemeriksaan terhadap Ferry. Menurutnya, dia diperiksa penyidik dengan satu orang saksi lainnya yaitu pemilik rumah Anggia Novita. "Dilaporkan untuk sdr FI dan NA sudah datang ke Polsek Pancoran dan diperiksa sebagai saksi," kata Aswin saat dihubungi di Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (17/6).

Menurutnya, Ferry membenarkan kalau ada kedatangan petugas P2B Kecamatan Pancoran untuk mengecek bangunan dua lantai yang sedang dalam proses pembangunan. Bahkan, Ferry juga mengakui melakukan penembakan ke udara dengan menggunakan pistol.

"Dia sudah mengakui buang tembakan itu. Senjatanya sekarang dititipkan di Polda Metro. Dia ada perizinannya," tambah Aswin.

Menurutnya, Ferry dan Anggia sudah bersikap kooperatif. Karena sebelum waktu pemanggilan, yang bersangkutan sudah datang. Aswin menjelaskan kalau senjata yang digunakan adalah senjata dengan peluru karet. "Pistolnya itu peluru karet. Ada satu selongsong ditemukan di dalam rumahnya. Senjata dengan peluru karet ada selongsongnya untuk mendorong peluru," ucapnya.

Dia menambahkan pihaknya belum menetapkan tersangka atau memberikan pasal terhadap Ferry. Karena memang pihak kepolisian harus melakukan gelar perkara.

Lepas Tembakan Satu Kali

Sementara itu, Ester Kepala Seksi Kecamatan Pancoran mengatakan bahwa artis Ferry tidak menodongkan pistol kepada dua stafnya. Menurutnya, dia hanya menembakan satu kali pistol ke udara saat petugas mengecek bangunannya.

"Saudara Ferry meletuskan senjata api ke udara sebanyak 1 kali. Dan ini sudah kami laporkan kepada pihak yang berwajib," kata Ester.

Menurutnya, petugas sudah memberikan surat kepada pemilik rumah sebelum dilakukan pengecekan bangunan. Peninjauan itu dilakukan karena bangunan itu dianggap menyalahi aturan.

"Petugas kami berada disana dalam rangka survey pemeriksaan pelaksanaan pembangunan setelah terbitnya IMB. Ini sudah kami jadwalkan dan diinformasikan kepada pemilik bangunan," ungkapnya.

Indikasi pelanggaran itulah, kata dia, yang menyebabkan Ferry meradang. Oleh sebab itu, pada saat dilakukan pemeriiksaan pemilik bangunan tidak memperbolehkan petugas memeriksa bangunan tersebut.

"Dua staff saat ini sudah dalam kondisi baik. Sudah masuk kantor dan bertugas seperti biasa," ucapnya.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved