Kapolri Baru

Tito, Figur yang Merepresentasikan Prestasi, Reputasi dan Visi

Meskipun harus melompati beberapa seniornya, Komjen Tito bisa dibilang adalah figur yang paling memenuhi syarat untuk menjabat Kapolri pada era saat i

Tito, Figur yang Merepresentasikan Prestasi, Reputasi dan Visi
Warta Kota
Yenny Wahid 

WARTA KOTA, JAKARTA - Ditunjuknya Kepala Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri oleh Presiden Joko Widodo dinilai tepat.

Bukan hanya karena Tito termasuk angkatan muda di jajaran petinggi Polri (alumni 1987), tetapi juga karena Tito merupakan figur yang merepresentasikan prestasi, reputasi dan visi sekaligus.

"Rekam jejak karier Komjen Tito menjelaskan hal itu. Sebagai jenderal bintang tiga yang masih muda, 51 tahun, Komjen Tito sudah menorehkan prestasi, yang sekaligus meneguhkan reputasi, di samping visi yang kuat untuk mewujudkan kepolisian Indonesia yang profesional ke depan," kata Yenny Wahid, Direktur Wahid Insitute di Jakarta, Rabu (15/6) malam.

Bagi Yenny, apresiasi patut diberikan kepada Presiden Jokowi yang -- dengan hak prerogratif yg dimiliki -- tidak ragu mengusulkan hanya satu nama Komjen Tito Karnavian kepada DPR RI utk dilakukan fit and proper. Padahal, dari tiga nama yang sebelumnya diajukan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti kepada Presiden, nama Komjen Tito tidak termasuk di dalamnya.

"Meskipun harus melompati beberapa seniornya, Komjen Tito bisa dibilang adalah figur yang paling memenuhi syarat untuk menjabat Kapolri pada era saat ini. Hal itu terutama jika dikaitkan dengan tantangan ke depan yg semakin menuntut profesionalisme seluruh jajaran kepolisian Indonesia. Singkatnya, Komjen Tito adalah figur yang tepat menjabat Kapolri sesuai dengan tantangan zaman," ujar Yenny.

Bicara prestasi dan reputasi, lanjut Yenny, Komjen Tito Karnavian sudah jelas teruji dan terbukti mampu menangani sejumlah kasus kejahatan luar biasa, khususnya terorisme dan radikalisme, narkoba serta korupsi. Hal tersebut tidak terlepas dari berbagai pos penugasan yang pernah diemban Komjen Tito, termasuk dua pos terakhir sebagai Kapolda Metro Jaya dan Kepala BNPT.

"Terorisme, radikalisme, narkoba dan korupsi adalah kejahatan luar biasa yang harus diperangi. Tentu bukan kebetulan kalau Komjen Tito memiliki jam terbang profesional dalam menangani kasus-kasus kejahatan tersebut. Belum lagi, kapasitas lain Komjen Tito terkait dimilikinya jaringan yang kuat dengan jajaran kepolisian internasional, yang akan membantunya saat menjabat Kapolri nanti. Kita tahu, kejahatan trans nasional dan kejahatan dunia maya akan semakin mengancam pada masa datang. Indonesia membutuhkan figur Kapolri yang memahami betul kejahatan dengan kompleksitas masalah dan karakteristik seperti itu," tambah Yenny Wahid.

Penulis: Tri Broto
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved