YLKI Minta Polisi Awasi Bea Cukai

YLKI meminta polisi terus mengawasi Bea Cukai terkait terungkapnya ratusan ponsel ilegal yang lolos dari pengawasan dan hendak dijual ke Roxy Mas.

YLKI Minta Polisi Awasi Bea Cukai
istimewa
Ilustrasi 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta polisi terus mengawasi bea cukai.

Hal itu terkait dengan terungkapnya ratusan ponsel ilegal yang lolos dari pengawasan Bea Cukai dan hendak dijual di pusat perdagangan Roxy Mas, beberapa waktu lalu.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, mengatakan agar polisi lebih mendomisasi penyelidikan dalam mengusut kasus penemuan dua mobil box berisi ribuan smartphone.

"Jangan sampai ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan pada kasus tersebut," kata Tulus.

Menurut dia, barang elektronik yang keluar tanpa melewati Bea Cukai di Bandara Halim Perdanakusuma, Cawang, Jakarta Timur itu, tentu berpotensi besar ada campur tangan oknum.

"Apa yang dilakukan polisi itu benar. Polisi harus mendominasi dan menggandeng bea cukai. Ini demi penegakan hukum bersama untuk membongkar kasus ini. Barang impor intinya ada pajaknya," kata Tulus, Sabtu (11/6/2016).

Dia menegaskan, kasus tersebut harus segera diungkap apakah barang ilegal atau sebaliknya.

Menurut Tulus, banyak mafia elektronik yang menyebabkan kerugian negara karena menjual barang impor di Indonesia tanpa membayar pajak.

"Artinya harus ditindak pidananya karena ada dugaan penyelundupan," ujar Tulus.

Selain itu, dengan masuknya barang selundupan ke pasar, bukan hanya negara yang dirugikan,tetapi konsumen juga rufi. Sebab belum tahu pasti apakah barang tersebut berkualitas dan bergaransi.

Tulus mengungkapkan, dalam dunia elektronik, banyak juga mafia yang mengendalikan pasar. Meski punya aturan yang jelas, lanjut Tulus, namun pengawasan dan penindakannya lemah.

"Mungkin ada mafianya. Apalagi tujuannya ke Roxy, jadi itu sangat logis," kata Tulus.

Sebelumnya diketahui, aparat Polda Metro Jaya menangkap tiga sopir dan dua mobil box berisi ribuan smartphone, merek Iphone 6S, Iphone 5, Xiaomi Mi 4i, dan Xiaomi Redmi 2 Pro.

Mobil itu keluar dari Bandara Halim Perdanakusuma dan hendak menuju pusat elektronik Roxy. Namun, polisi menangkapnya di pintu tol keluar Slipi Jaya, Jalan S Parman, Jakarta Barat, Selasa (7/6/2016) lalu.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved