Penertiban Bangunan Liar

Posko FBR Dibongkar Satpol PP

Pembongkaran bangunan liar terseb‎ut karena berada diatas saluran air dan trotoar.

Posko FBR Dibongkar Satpol PP
Warta Kota/Bintang Pradewo
Sejumlah petugas Satpol PP saat membongkar posko FBR, Jumat (10/6). 

WARTA KOTA, SETIABUDI - Sebuah posko Organisasi Masyarakat (Ormas), Front Betawi Rempug (FBR) di Jalan Kawi RW 05, Kelurahan Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (10/6) pagi dibongkar puluhan Satpol PP.

Pembongkaran bangunan liar terseb‎ut karena berada diatas saluran air dan trotoar.

Pantauan Warta Kota, puluhan petugas gabungan seperti Satpol PP, TNI, Polri serta PPSU bahu membahu menertibkan bangunan berwarna hijau itu. Sebelumnya, bangunan dengan luas sekitar 21 meter persegi itu rencananya dibongkar pada ‎6 April 2016 lalu.

Namun, karena dihalang-halangi petugas, maka pembongkaran batal dilaksanakan. Sehingga, setelah diberikan surat perintah bongkar (SPB), akhirnya bangunan dengan ornamen betawi itu rata dengan tanah.

Camat‎ Setiabudi, Fredy Setiawan mengatakan bahwa dalam penertiban itu tidak ada perlawanan. Karena dialog dan sosialisasi sudah diberikan pihak Kelurahan Pasar Manggis. "Hari ini kita tertibkan bangunan pos FBR," ucap Fredy, Jumat (10/6).

Sementara itu, Lurah Pasar Manggis, Purwanti mengatakan langkah persuasif seperti dialog tentang penertiban bangli ini terbilang alot. Meski demikian, pihak ormas bersedia membongkar sendiri bangunan yang mereka huni selama puluhan tahun ini.

"Tapi nggak ditindaklanjuti sama mereka. Jadi mohon maaf, kita yang tertibkan. Mereka pasrah dan nurut apa kata kita. Dan kita juga dibantu dari Kaplosek Setiabudi dan Pomdam Guntur yang turun langsung dalam penertiban ini," kata Purwanti.

Purwanti menjelaskan ada pula mushola yang ditertibkan. Namun, menurut informasi dari warga sekitar musala yang hanya muat untuk dua orang itu lebih sering digunakan untuk beristirahat saja ketimbang beribadah. "Kata warga cuma buat tidur-tiduran saja. Mereka juga tadi nggak puasa, kita penertiban, mereka asyik ngerokok sama ngopi," ucap Purwanti.

Meski begitu, penertiban posko ormas ini berjalan kondusif. Setelah shalat Jumat, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) akan melanjutkan pengangkutan puing-puing atau material bongkaran bangli menggunakan satu unit truk Satpol PP dan mobil operasional PPSU.

Penertiban PKL Pasar Kebayoran Lama

Ditempat terpisah, penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Kebayoran Lama terus dilakukan aparat Satpol PP Jakarta Selatan. Puluhan barang-barang milik PKL langsung dibawa ke Gudang Satpol PP di Kebayoran Lama.

"Kami melakukan penertiban dengan jumlah personel 40 orang di Jalan Palmerah Barat, Jalan Kemandoran dan Jalan Grogol Utara," kata Kasiop Satpol PP Jakarta Selatan, Luasman Manihuruk.

Dia menjelaskan barang-barang PKL yang sudah masuk ke gudang tidak akan dikembalikan. Karena memang PKL-PKL itu terus membandel dengan berjualan di pinggir jalanan.

"Tadi yang berhasil kita tertibkan ada gerobak PKL sebanyak 5, meja ada 9, terpal ada 6, ember ada 10, bangku plastik ada 7 buah dan puing-puing lapak. Itu diangkut dengan dua truk," ucapnya.(bin)

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help