Home »

News

Komunitas

Tips Safety Driving ala Jusri Pulubuhu

Tahun 2011 – 2014 jumlah kecelakaan di Indonesia melebihi 100.000 kasus per tahun dengan puncaknya pada tahun 2012 dengan 117 ribuan kecelakaan.

Tips Safety Driving ala Jusri Pulubuhu
Wartakotalive.com/Agung Nugroho
Jusri Pulubuhu, pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) dan Syubhan Akib, dari Mobil123.com 

WARTA KOTA, PALMERAH— Kecelakaan lalu lintas jalan raya merupakan persoalan serius. Tragedi itu, dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja.

Berdasarkan data Polri,  tahun 2011 – 2014 jumlah kasus kecelakaan di Indonesia melebihi 100.000 kasus per tahun dengan puncaknya pada tahun 2012 dengan 117 ribuan kecelakaan.

Untuk jumlah korban tewas, terbanyak terjadi pada 2011 dengan menelan korban 31.195 jiwa.

Menurut Jusri Pulubuhu, pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), tingginya angka kecelakaan tersebut tak lepas dari kurangnya pemahaman seorang dalam berkendara secara aman di jalan raya.

Hal itu diutarakan Jusri dalam acara talk show yang digelar mobil123.com, bertajuk 'Safety Driving - Faktor-Faktor Yang Harus Diperhatikan Saat Mengemudi' di Aruba Caribbean, Pasar Raya Grande, Jakarta Selatan baru-baru ini.

"Ada dua kata kunci saat mengemudi di jalan raya, yakni fokus dan mengerti. Keduanya menjadi kata kunci utama keselamatan di jalan raya," kata Jusri.

Terkait dengan masalah fokus, dia memaparkan, pastikan kondisi kendaraan telah diperiksa dan yakin semuanya dalam kondisi layak jalan, kondisi kendaraan yang siap membuat perjalanan nyaman, lancar, dan pengemudi tidak stres.

Lalu, tinggalkan segala masalah baik mental dan fisik, saat merencanakan mengoperasikan kendaraan bermotor.

"Sesuatu terkait fisik seperti sakit, keseleo, akan membuat keterbatasan gerak dalam mengoperasikan kendaraan," katanya.

"Masalah keluarga, pekerjaan, finansial yang berat akan mengurangi konsentrasi mengemudi, dan kualitas safety akan segera menurun," kata Jusri.

Halaman
123
Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help