Koran Warta Kota

Wali Kota Bekasi Dibotaki sampai Plontos

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi tampil dengan wajah baru. Kepalanya botak, Kamis (2/6).

Wali Kota Bekasi Dibotaki sampai Plontos
infobekasi.co.id
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi cukur botak untuk melaksanakan nazar. 

WARTA KOTA, BEKASI— Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi tampil dengan wajah baru. Kepalanya botak, Kamis (2/6). Tampilan barunya pun diikuti ratusan pegawai pria di Pemkot Bekasi. Mereka kompak tampil plontos.

Rahmat mencukur habis rambutnya untuk memenuhi nazar (janji). Pasalnya, wilayah yang dipimpinnya meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap keuangan daerah dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat. “Mencukur rambut ini adalah nazar dan harapan saya agar Pemerintah Kota Bekasi bisa meraih WTP,” kata Rahmat di Plaza Pemkot Bekasi, Kamis (2/6).

Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini mengungkapkan, seharusnya nazar itu direalisasikan setelah BPK Jawa Barat mengumumkan hasil WTP, Selasa (7/6) mendatang. Namun, dia sudah tak sabar ingin memenuhi janjinya. Lantas, dia mencukur rambut sebelum BPK Jawa Barat mengumumkan WTP.

Dia tak menyangka, aksinya diikuti ratusan pegawai pria. “Kalau pegawai ikut menggunduli rambutnya, berarti semakin banyak yang mendoakan supaya Pemkot Bekasi bisa raih WTP,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, prestasi WTP Kota Bekasi akan menjadi sejarah baru. Pasalnya, selama pemekaran Kota Bekasi dengan Kabupaten Bekasi, wilayahnya belum pernah mendapat WTP.

WTP merupakan opini audit yang diterbitkan BPK. WTP itu mengumumkan bahwa laporan keuangan daerah dianggap bebas dari salah saji material atau prinsip akuntansinya berjalan dengan baik.

Obrolan santai

Rahmat menambahkan, ide menggunduli kepala berawal dari perbincangan santai dirinya dengan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Widodo Indrijantoro, Rabu (1/6). Saat itu, mereka sepakat menggunduli rambutnya seraya memanjatkan doa agar meraih WTP.

Ternyata, tanpa sepengetahuan Rahmat-Widodo, Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu juga memangkas habis rambutnya. Kemudian, penampilan baru mereka diikuti pegawai laki-laki di lingkungan Pemerintahan Kota Bekasi.

“Ini sebagai bentuk solidaritas antar-pegawai. Masak Wali Kota dan Wakil Wali Kota sudah begini (plontos), ada pegawai yang tidak mengikutinya? Bagaimana dapat berjalan dengan baik kalau begitu,” kata Rahmat.

Meski begitu, dia tidak mengharuskan pegawainya botak. “Tapi pegawai harus punya rasa empati antar-pegawai (untuk mencukur rambut),” ucapnya.

Staf Humas Setda Kota Bekasi, Agung Fakhrudin (29) mengaku bahwa dirinya tetap percaya diri meski botak. Tampil plontos, kata Agung, wujud solidaritasnya terhadap prestasi Pemkot Bekasi.

“Saya tidak masalah dicukur begini, yah sekali-kali coba tampilan baru tanpa rambut di kepala,” ujar Agung. (faf)

Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved