Bekas Galian Kabel PLN Sebabkan Jalan KH Mas Mansyur Rusak

Udah banyak yang jatoh bang, bukan sekali-dua kali aja.

Bekas Galian Kabel PLN Sebabkan Jalan KH Mas Mansyur Rusak
Warta Kota/Dwi Rizki
Berlubang dan berlumpur kala hujan. Kondisi tersebut seperti yang terlihat di Jalan KH Mas Mansyur sejak dua pekan terakhir. Mirisnya, walau diketahui jalan kini rusak lantaran bekas proyek galian kabel Perusahaan Listrik Negara (PLN), belum ada upaya perbaikan baik dari Sudin Bina Marga Jakarta Pusat ataupun PLN. 

WARTA KOTA, TANAHABANG - Berlubang dan berlumpur kala hujan. Kondisi tersebut seperti yang terlihat di Jalan KH Mas Mansyur sejak dua pekan terakhir. Mirisnya, walau diketahui jalan kini rusak lantaran bekas proyek galian kabel Perusahaan Listrik Negara (PLN), belum ada upaya perbaikan baik dari Sudin Bina Marga Jakarta Pusat ataupun PLN.

Buruknya kondisi jalan tersebut seperti yang terlihat saat Warta Kota kembali melintasi Jalan KH Mas Mansyur, mulai dari Flyover Sudirman hingga Flyover Karet, Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (26/5). Walau lubang galian kabel yang berada di sisi jalan sudah terlihat tertutup dan papan pelindung proyek sudah disingkirkan, kondisi jalan masih dipenuhi tanah bekas galian.

Kondisi tersebut secara langsung menyebabkan jalan yang menghubungkan kawasan perkantoran Jalan Sudirman dengan wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat itu menjadi kotor penuh lumpur. Jalan pun menjadi licin dan rawan menyebabkan kecelakaan bagi pengendara sepeda motor akibat penuh lumpur apabila hujan turun.

"Udah banyak yang jatoh bang, bukan sekali-dua kali aja. Kebanyakan motor, tapi ada juga mobil yang kepater (selip-red) masuk lobang galian," ungkap Imam (35) pedagang rokok di depan Hotel Fortune Spa and Lounge, Kamis (26/5).

Walau kerusakan jalan tersebut sudah diketahui sejak dua minggu belakangan, dirinya mengaku belum melihat adanya perbaikan yang dilakukan oleh pihak PLN ataupun Sudin Bina Marga Jakarta Pusat. Kondisi tersebut pun dikatakannya juga disesalkan pegawai di sekitar lokasi yang merasa terganggu saat makan siang.

"Jadi bukan pas hujan jadi becek aja, tapi juga pas kering, lumpur yang kering di Jalan itu debunya ketiup angin. Nah, orang-orang yang makan juga jadi nggak enak, soalnya parah debunya," jelasnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help