Sebaiknya Jalan Proklamasi Dijadikan Dua Arah secara Permanen Saja

Banyang yang mendukung Jalan Proklamasi dijadikan dua arah secara permanen.

Sebaiknya Jalan Proklamasi Dijadikan Dua Arah secara Permanen Saja
TMc Polda/@Nugipras
Ilustrasi lalu lintas dari flyover Pramuka arah ke Jalan Proklamasi padat merayap, Senin (27/4/2014) 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Sejumlah kalangan menyatakan setuju jika Jalan Proklamasi menjadi dua arah secara permanen.

Rekayasa lalulintas yang dilakukan pihak Kepolisian di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (23/5), yakni dari semula satu arah menjadi dua arah diakui sejumlah warga sangat baik dilakukan. Karena menurut warga kebanyakan, rekayasa lalulintas tersebut dapat secara langsung mengurangi kemacetan di Jalan Diponegoro, depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) akibat penyempitan jalan.

Rasa setuju tersebut seperti yang disampaikan oleh Wawan (35) Manajer Diva Thamrin City. Hal tersebut didasarkannya pada kondisi lalulintas di Jalan Diponegoro yang selalu macet setiap hari, khususnya pada jam sibuk pergi dan pulang kantor. Sehingga menurutnya sangat tepat apabila rekayasa dapat diterapkan seterusnya.

"Jalan Diponegoro depan RSCM itu memang macet parah setiap hari, jadi bagusnya sekarang direkayasa. Mungkin Polisi sudah hitung kebutuhannya (volume kendaraan-red), jadi bagus juga kalau antrean kendaraan yang ke arah Jalan Salemba dipecah dari sebelumnya lewat Jalan Inspeksi depan RSCM sekarang juga jadi lewat Jalan Proklamasi," jelasnya ditemui Warta Kota di Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Senin (23/5).

Dirinya justru mempertanyakan keberadaan trotoar yang terbentang di Jalan Diponegoro, yakni mulai dari depan RSCM Kencana hingga simpang Jalan Salemba Raya. Sebab, pembangunan trotoar yang memiliki lebar sekitar empat meter itu dinilainya sangat tidak tepat, karena justru memicu kemacetan akibat berkurangnya lajur jalan.

"Seharusnya trotoar itu jangan dibangun selebar sekarang. Karena frekuensi yang jalan kaki di sana juga nggak terlalu banyak, tapi trotoar malah bikin berkurang daya tampung jalan. Tapi yang saya takutin bukan cuma macet, tapi lokasi di sana juga jadi rawan PKL (Pedagang Kaki Lima-red), trotoar lebar paling dicari sama tukang pecel lele," ungkapnya sembari tertawa.

Tingginya angka pelanggaran lalulintas melawan arah di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat imbas dari penyempitan Jalan Diponegoro, depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sejak beberapa bulan lalu ditanggapi serius oleh pihak Kepolisian. Jalan yang menghubungkan wilayah Jakarta Pusat dengan Jakarta Selatan itu kini direkayasa dari sebelumnya searah menjadi dua arah.

Rekayasa yang dilakukan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Pusat dan Sudin Perhubungan Jakarta Pusat itu terlihat dilakukan pada pukul 13.00 WIB. Para petugas terlihat berjaga di kedua ujung Jalan Diponegoro, baik pada simpang Metropole maupun Jalan Tambak.

Terkait penerapan rekayasa tersebut, arus kendaraan yang berada di simpang Metropole, khususnya yang mengarah Jalan Proklamasi diberikan rambu tanda jalan sementara, sehingga para pengendara yang berasal dari Stasiun Cikini menuju Jalan Salemba Raya dapat melewati Jalan Proklamasi hingga Jalan Tambak tanpa harus terkena macet di Jalan Diponegoro, khususnya di sepanjang muka RSCM.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved