Banyak Pelanggaran dan Kendaraan Lawan Arus, Jalan Proklamasi Direkayasa

Jalan yang menghubungkan wilayah Jakarta Pusat dengan Jakarta Selatan itu, kini, direkayasa.

Banyak Pelanggaran dan Kendaraan Lawan Arus, Jalan Proklamasi Direkayasa
TMC Polda Metro Jaya
Penindakan tilang kepada pemotor melawan arus. 

WARTA KOTA, MENTENG -- Tingginya angka pelanggaran lalu lintas di antaranya dengan melawan arus di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat imbas dari penyempitan Jalan Diponegoro, depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sejak beberapa bulan lalu ditanggapi serius oleh pihak Kepolisian.

Jalan yang menghubungkan wilayah Jakarta Pusat dengan Jakarta Selatan itu, kini, direkayasa dari sebelumnya searah menjadi dua arah.

Rekayasa yang dilakukan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Pusat dan Sudin Perhubungan Jakarta Pusat itu terlihat dilakukan pada pukul 13.00.

Para petugas terlihat berjaga di kedua ujung Jalan Diponegoro, baik pada simpang Metropole maupun Jalan Tambak.

Terkait penerapan rekayasa tersebut, arus kendaraan yang berada di simpang Metropole, khususnya yang mengarah Jalan Proklamasi diberikan rambu tanda jalan sementara, sehingga para pengendara yang berasal dari Stasiun Cikini menuju Jalan Salemba Raya dapat melewati Jalan Proklamasi hingga Jalan Tambak tanpa harus terkena macet di Jalan Diponegoro, khususnya di sepanjang muka RSCM.

Uji coba pemberlakuan dua arah pada Jalan Proklamasi tersebut diungkapkan Kanit Lantas Polsek Metro Menteng, Kompol Erwin Aras Genda akan diberlakukan sejak hari ini, Senin (23/5/2016) hingga Sabtu (28/5/2016) mendatang.

Namun, lanjutnya, rekayasa tidak berlaku selama 24 jam, tetapi hanya diterapkan mulai dari pukul13.00 WIB hingga pukul 22.00.

Lebih lanjut diungkapkannya, uji coba rekayasa dua arah di Jalan Proklamasi, dimulai dari Jalan Surabaya ke Jalan Ki Mangungsarkoro, lalu ke Jalan Penatatana, lalu ke Jalan Proklamasi arah Pramuka.

Sedangkan pada rekayasa di Jalan Cilacap, diterapkan mulai dari Jalan Teuku Cik Ditiro yang bisa langsung belok kanan ke Jalan Cilacap ke Jalan Semarang, kemudian ke Jalan Pasuruan dan ke Jalan Bandung.

"Dasar kajian rekayasa adalah tingginya pelanggaran melawan arus setiap hari. Berdasarkan hasil survei selama satu jam pada waktu pulang kerja, yaitu pukul 17.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB sore, jumlah pelanggar roda dua ada sebanyak 2.267 unit, roda empat ada sebanyak 128 unit dan roda enam ada 2 unit. Jumlah ini khusus yang melawan arus di kawasan Proklamasi," katanya.

"Sehingga, lewat pelaksanaan rekayasa ini diharapkan kepadatan kendaraan dapat terurai di Jalan Diponegoro. Dan juga rekayasa dapat mengurangi angka kecelakaan akibat melawan arah," katanya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help