Kisah Melati Aborsi di Klinik Bekasi Medical Centre

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bekasi Kota, Komisaris Rajiman menyatakan, dr. Jabat telah menyerahkan diri ke kantor polisi pada Sabtu (14/5)

Kisah Melati Aborsi di Klinik Bekasi Medical Centre
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Petugas Idenfitikasi Polresta Bekasi Kota berhasil menemukan dua tulang berukuran kecil di sebuah klinik Bekasi Medical Centre yang diduga menjadi praktik aborsi, Kamis (28/4). 

WARTA KOTA, BEKASI - Melati (26) begitu sapaannya, masih merasa bersalah hingga saat ini.

Gadis cantik tersebut selalu mengingat aksi kejam yang ia lakukan terhadap janin yang dikandungnya.

Ya, dia pernah melakukan praktik aborsi di klinik Bekasi Medical Centre yang terletak di Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Durenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Hal itu dilakukan karena dia didesak oleh sang ibu dan bibinya.

Dengan alasan tak mendapat restu dari orangtuanya, Melati nekat menggugurkan kandungannya yang berusia dua bulan.

Apalagi praktik aborsi itu ditemani oleh sang ibu dan bibinya.

"Saya nggak berani kalau datang sendirian ke klinik itu, jadi ibu dan tante yang mendampingi," kata Melati.

Melati mengingat, aksi kejam itu ia lakukan pada Juni 2015 lalu.

Saat itu, perempuan yang bekerja sebagai guru les pribadi ini terkejut dan gelisah karena telah berbadan dua.

Dia lalu memberitahu hal ini ke sang pacar berinisial H. Bukannya menenangkan hati, H justru kabur dari tanggungjawabnya.

Halaman
1234
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help