Masih Kenakan Mukena, Pedagang Jamu Tewas Misterius

Saat ditemukan tak bernyawa, wajah Suyati tertutup kain sarung dan sebagian badannya tertimpa kasur.

Masih Kenakan Mukena, Pedagang Jamu Tewas Misterius
Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, DEPOK - Suyati (74) pedagang jamu ditemukan tewas terduduk di rumahnya di RT 4/3, Cisalak, Sukmajaya, Depok, saat masih mengenakan mukena, Senin (9/5) malam.

Diduga saat itu, ia baru saja selesai salat.

Saat ditemukan tak bernyawa, wajah Suyati tertutup kain sarung dan sebagian badannya tertimpa kasur.

Selain itu kakinya juga tertindih kipas angin.

Meski tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dari hasil visum luar, polisi melakukan otopsi jenasah korban untuk memastikan kematian, nenek dua cucu itu.

Kepala Kepolisian Sektor Sukmajaya, Ajun Komisaris Supriyadi mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tewasnya Suyati dan menunggu hasil otopsi dari RS Polri Sukanto, Kramatjati, untuk memastikan penyebab kematiannya.

"Pemeriksaan sementara tidak ada tanda luka dan kekerasan di tubuh korban. Tapi untuk memastikan penyebab tewasnya korban apakah murni sakit atau hal lain, kami minta ke keluarga agar jenasah diotopsi," kata Supriyadi, Selasa (10/5).

Menurutnya dari keterangan keluarga, selama ini Suyati yang setiap hari berjualan jamu di Pasar Cisalak, tinggal di sana bersama anak dan menantunya.

Saat kejadian kata dia, Suyati seorang diri di rumah.

"Keterangan keluarga memang korban memiliki riwayat sakit. Tapi kami ingin memastikan penyebab tewasnya korban dengan menunggu hasil otopsi," kata Supriyadi.

Ia menjelaskan korban pertama ditemukan tetangganya Yulianti karena mendengat suara air di bak mandir sudah penuh.

"Karenanya saksi masuk ke rumah korban yang tidak terkunci dan menemukan korban tewas terduduk di kamarnya," kata Supriyadi.

Saat jenasah ditemukan, Supriyadi membenarkan kondisi lemari korban terbuka.

Namun dari keterangan keluarga, belum dapat dipastikan adanya barang hilang dari lemari korban.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved