WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Yusril: Ahok Dua Kali Beruntun Keok di Pengadilan Melawan Rakyat

Rakyat mampu menunjukkan hak milik di pengadilan, mempunyai hak guna bangunan atas itu.

Yusril: Ahok Dua Kali Beruntun Keok di Pengadilan Melawan Rakyat
Warta Kota/Acep Nazmudin
Rakyat menang karena mampu menunjukkan hak milik di pengadilan, mempunyai hak guna bangunan atas itu 

WARTA KOTA, TANAH ABANG -- PTUN Jakarta telah membatalkan SK Gubernur DKI No 2779/2015 yang ditandatangani oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait penggusuran Bidara Cina, Jakarta Timur.

Pembatalan tersebut dilakukan karena bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta asas-asas umum pemerintahan yang baik.

Terkait pembatalan ini, Kuasa Hukum Warga Bidara Cina, Yusril Ihza Mahendra, menyebut Ahok telah keok dua kali.

"Jadi, Pak Ahok sering nantang-nantang bawa aja perkaranya ke Pengadilan, tapi karena rakyat mampu menunjukkan hak milik di pengadilan, mempunyai hak guna bangunan atas itu, kemudian merasa SK itu ditetapkan semena-mena tanpa ada mausyawarah dengan masyarakat, dan yang terjadi di pengadilan Pak Ahok keok," kata Yusril usai menjadi Khatib di Masjid Al- Munawarah Jalan Kamp Bali 1 No. 53, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (29/4/2016).

Selain putusan PTUN Jakarta, Yusril menyebut, Ahok juga kalah di Pengadilan Negeri (PN) Jakpus yang telah  memutus SK Gubernur No 2779/2015 tentang Perubahan SK Gubernur DKI Jakarta No 81/2014 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Inlet Sudetan Kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur ditunda pelaksanaannya.

"Bersamaan dengan itu, gugatan class action warga Bidara Cina atas SK 81 yang diteken Gubernur Jokowi dan SK 2779 yang diteken Ahok diputuskan oleh hakim PN Jakpus untuk ditunda pelaksanaannya sampai ada putusan hakim yang berkekuatan tetap. Kedua SK Gubernur DKI itu juga terkait penggusuran tanah rakyat di Bidara Cina yang dilakukan tanpa perundingan, tanpa kesepakatan dan tanpa ganti rugi," ujar Yusril.

Yusril menyebut, putusan pengadilan dalam dua perkara tersebut menandakan bahwa Ahok tidak sesakti yang dia kira. Berkaca dari perkara tersebut Yusril berharap, Ahok bersikap hati-hati dalam kasus penggusuran kampung Luar Batang.

"Dua kali dia keok di pengadilan, jangan terlalu sombonglah jadi orang," kata dia.

Yusril menyebut, saat ini Ahok tidak bisa melanjutkan Pembangunan Inlet Sudetan Kali Ciliwung karena telah ada putusan sela dari pengadilan yang mengatakan putusan ditunda sampai memiliki kekuatan hukum tetap.

"Kalau pak Ahok mau kasasi dan banding silahkan saja, kita ladenin saja, saya yakin pasti kalah lagi. Kalau kalah lagi masih maksa, artinya Pak Ahok melawan rakyatnya sendiri.Jadi penguasa kok melawan rakyat, kan sewenang-wenang," kata dia. (Acep Nazmudin)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help