Keluarga Tersangka Aborsi Bantah Tudingan Polisi

Keponakan dr. Jabat, tersangka aborsi di Bekasi membantah tudingan polisi bahwa sang paman terlibat dalam kasus tersebut.

Keluarga Tersangka Aborsi Bantah Tudingan Polisi
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Sejumlah barang bukti yang disita polisi atas klinik aborsi di Bekasi, Kamis (28/4). 

WARTA KOTA, BEKASI - Keponakan dr. Jabat, tersangka aborsi di Bekasi membantah tudingan polisi bahwa sang paman terlibat dalam kasus tersebut.

Dia berdalih, sang paman kerap pergi keluar kota karena keperluan berobat terkait penyakit yang dideritanya. Dia pun terkejut, dengan status dr. Jabat yang ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

"Paman saya usianya sudah tua, dia juga sudah jarang ke klinik untuk mengurus klinik ini," ujar dr. Evander Napitupulu, keponakan dr. Jabat di klinik tersebut pada Jumat (29/4) petang.

Evander menyatakan, sebagai pria tua yang berusia 70 tahun, sang paman sering mengeluh sakit di bagian tubuhnya. Namun dia tidak bisa menjelaskan penyakit yang diderita sang paman dengan alasan rahasia keluarga.

Justru Evander berdalih, klinik tersebut sudah dikelola oleh rekan pamannya bernama dr. Aldi dan seorang perawat bernama Bimarta. Adapun dr. Aldi merupakan salah satu tersangka yang masih diburu polisi.

"Saya nggak percaya dengan tuduhan tersangka itu, karena dia sudah jarang ke klinik," kata Evander.

"Klinik ini juga beroperasi secara terang-terangan, bukan terselubung seperti yang diungkapkan di media," tambahnya.

Evander mengaku heran dengan tudingan yang dilayangkan ke pamannya. Sebab selama ini sang paman dikenal sebagai sosok pria yang baik. Bahkan sang paman kerap ikut acara bakti sosial di sejumlah daerah seperti di Sumatera, Yogyakarta dan Jawa.

Terkait temuan ribuan obat kadaluarsa di klinik itu, kata dia, pihak pengelola berencana akan membuanganya. Namun karena obat tidak dibuang sembarangan, maka pihak pengelola masih mencari lokasi pembuangannya.

"Kalau dibuang sembarang bisa membahayakan lingkungan," ujarnya.

Seperti diberitakan, klinik Bekasi Medical Centre di Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi digrebek polisi pada Rabu (27/4) malam. Klinik yang telah berdiri sejak puluhan tahun itu telah membuka praktik aborsi.

Dalam kasus tersebut, penyidik telah menginterogasi 17 orang termasuk karyawan di klinik itu. Dari pemeriksaan itu, penyidik menetapkan tujuh tersangka. Namun dua di antaranya, yaitu dr. Jabat dan dr. Aldi masih diburu polisi.

Sedangkan, lima tersangka yang diamankan merupakan karyawan setempat. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help