BREAKING NEWS: Sopir Angkot Tuntut Bima Arya Batalkan SS‎A

Sopir angkutan kota (angkot) di Kota Bogor menuntut Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto membatalkan penerapan Sistem Satu Arah (SSA).

BREAKING NEWS: Sopir Angkot Tuntut Bima Arya Batalkan SS‎A
Warta Kota/Soewidia Henaldi
Suasana aksi unjuk rasa sopir angkot di depan Balaikota Bogor, Rabu (27/4). 

WARTA KOTA, BOGOR - Sopir angkutan kota (angkot) di Kota Bogor menuntut Bogor'>Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto membatalkan penerapan Sistem Satu Arah (SSA).

Penerapan lalu lintas searah jarum jam di lingkar Kebun Raya Bogor, berdampak pada saling tumpang tindihnya rute angkot dari 13 trayek.

Wakil Ketua Organda Kota Bogor, Fredy Xavier, mengatakan, bahwa aksi unjuk rasa sudah sempat digagalkan beberapa kali.

"Angkot 07 dan 12 kan konflik jalur sama beberapa trayek lain, kami sepakat untuk menunggu rerouting, cuma ada sebagian kecil yang tidak sabar," kata Fredy saati dijumpai TribunnewsBogor.com di sela-sela aksi unjuk rasa di Balaikota Bogor, Rabu (27/4).

Sampai saat ini, pihak Organda dan Dinas Lalulintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor, masih merumuskan soal kebijakan perubahan rute atau rerouting.

"Semua perubahan kan butuh waktu," katanya.

Aksi unjuk rasa ini, menurut Fredy didominasi oleh sopir angkot trayek 02 jurusan Sukasari Bubulak dan 13 Bantarkemang Ramayana.

Ada juga sopir 06 Ciheleut Ramayan, 08 warung jambu ramayana, 11 Baranangsiang Pasar Bogor.

"Dari SSA ini ada yang diuntunhkan dan dirugikan, makanya yang demo ini tidak menyeluruh," katanya.

Dalam unjuk rasa ini, Fredy memastikan massa aksi merupakan sopir angkot, bukan preman atau calo.

"Mereka menuntut adanya perubahan jalur," katanya.

Penulis: Soewidia Henaldi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved