Terorisme

BREAKING NEWS: Sidang Bomber Alam Sutera Ditunda Pekan Depan karena Belum Ada Pengacara

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang menunda sidang perdana terdakwa kasus terorisme, Leopard Wisnu Kumala (29).

BREAKING NEWS: Sidang Bomber Alam Sutera Ditunda Pekan Depan karena Belum Ada Pengacara
Warta Kota/Banu Adikara
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang menunda sidang perdana terdakwa kasus terorisme, Leopard Wisnu Kumala (29), Rabu (27/4). 

WARTA KOTA, TANGERANG - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang menunda sidang perdana terdakwa kasus terorisme, Leopard Wisnu Kumala (29). Sidang ditunda karena pengacara Leopard tidak hadir.

Leopard tiba di Pengadilan Negeri Tangerang pada Rabu siang sekitar pukul 13.45. Dikawal ketat sejumlah anggota kepolisian berkaos Turn Back Crime, Leopard yang mengenakan kaos putih dan celana pendek langsung digelandang menuju ruang sidang.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang hanya sempat menanyakan nama lengkap dan tempat tinggal Leopard setelah palu diketuk sebagai tanda sidang dimulai.

Sampai sidang dibuka, kursi pengacara terdakwa yang berada di sisi kanan meja hakim tetap kosong.

"Saya punya pengacara, tapi yang bersangkutan belum bisa hadir karena masih proses pengajuan. Pengacara dari pihak keluarga, " ujar Leopard saat majelis hakim menanyakan keberadaan kuasa hukumnya.

Leopard pun meminta waktu kepada majelis hakim untuk menunda prosea sidang sampai ia mendapatkan kuasa hukumnya.

"Minta waktu sepekan," kata Leopard, yang langsung dikabulkan majelis hakim.

"Memberi kesempatan kepada terdakwa untuk menunggu kuasa hukumnya selama satu pekan. Sidang dilanjutkan pekan depan tanggal 4 Mei, " kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang, I Ketut Sudira seraya menutup sidang.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tangerang, Muhammad Ikbal Hadjarati mengatakan pihaknya juga akan menunggu kesiapan Leopard.

"Kami akan tunggu sepekan lagi, kami kasih kesempatan terdakwa mengajukan kuasa hukum terlebih dahulu, " katanya.

Ikbal melanjutkan, Leopard dianggap sudah melanggar Undang-undang Terorisme nomor 15 tahun 2003, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Leopard Wisnu Kumala sempat membuat geger Mal Alam Sutera setelah bom low explosive rakitannya meledak di salah satu bilik toilet pria di kantin parkiran basement Mal Alam Sutera pada 28 Oktober 2015 lalu. Bom rakitannya itu melukai seorang pegawai kantin bernama Fian.

Leopard sendiri berhasil diringkus Densus 88 di sekitar mal beberapa jam setelah aksinya. Leopard diberi tindakan tegas di kakinya setelah berusaha melarikan diri dengan sepeda motor.

Dari keterangan Leopard, polisi pun bergerak menuju rumah Leopard yang berada di Serang. Di rumahnya, polisi menemukan bom rakitan aktif lainnya.

Dari keterangan kepada polisi, Leopard sudah melakukan teror sebanyak enam kali di mal yang sama. Leopard meneror mal tersebut dengan maksud meminta uang sebesar 100 bitcoin, atau Rp 320 juta. (kar)

Penulis: Banu Adikara
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved