Tidak Terima Ditegur, Seorang Pemuda Ditikam Berulang Kali

Belum genap seminggu usai kematian Gerindra Argapaty yang tewas di tangan rekannya, perkelahian jalanan yang melibatkan para pemuda kembali terjadi.

Tidak Terima Ditegur, Seorang Pemuda Ditikam Berulang Kali
Warta Kota/Dwi Rizki
Deny Andiyanto (25) 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Belum genap seminggu usai kematian Gerindra Argapaty (18) pemuda asal Jalan Johar Baru V RT 08/11 Nomor 22 Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat yang tewas di tangan rekannya, Mochammad Ramdani (18) lantaran cemburu buta pada Sabtu (23/4/2016), aksi perkelahian jalanan yang melibatkan para pemuda kembali terjadi.

Namun, berbeda dengan kasus yang menewaskan Gerindra, yakni karena cemburu buta. Kali ini, keributan justru dipicu lantaran salah satu pekerja bangunan yang menyalakan musik dengan keras ditegur oleh kawanan pemuda setempat.

Peristiwa tersebut diungkapkan Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat, Kompol Suyatno bermula saat tersangka, yakni Deny Andiyanto (25) pemuda Jalan Bentengan RT 02/05 Sunter Jaya, Tanjung Priuk, Jakarta Utara ditegur oleh ditegur oleh saksi Brilian Qisok Putra (22) dan Alvian Syahputra (22) lantaran menyalakan musik dengan volume keras di sebuah proyek Jalan Kampung Irian I RT 07/06 Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat sekira pukul 21.30 WIB.

Lantaran tidak terima ditegur, adu mulut hingga baku hantam antar pemuda itu pun terjadi. Saksi yang sedang bersama korban, yakni Deny Andiyanto (22) warga Jalan Kampung Irian I RT 16/06 Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat itu pun mencoba melerai dengan cara merangkul tersangka.

Tetapi sayang, tersangka yang sebelumnya telah membawa pisau lipat itu segera menusuk korban beberapa kali. Akibatnya, korban mengalami luka tusuk pada bagian paha kiri, Lengan kanan, pinggang dan telunjuk kiri. Korban pun dilarikan Rumah sakit Mitra Kemayoran Jakarta Pusat untuk mendapatkan perawatan.

"Petugas telah mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara-red) untuk memeriksa saksi, mengamankan barang bukti sebuah pisau lipat sekaligus mengamankan tersangka. Tersangka dijerat Pasal 351 KUHP ayat 2 tentang Penganiayaan berat dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara," jelasnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved