Gerakan untuk Menyelamatkan Bumi Perlu Dipupuk sejak Kecil

Gerakan untuk memupuk kecintaan terhadap lingkungan hidup harus dilakukan sejak dini.

Gerakan untuk Menyelamatkan Bumi Perlu Dipupuk sejak Kecil
Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Kesadaran untuk lingkungan hidup dan penyelamatan Bumi harus dilakukan sejak masih kecil.

Dengan demikian, masyarakat akan menyadari pentingnya menjaga lingkungan hidup, menjaga kebersihan, dan melestarikan alam.

Saat mewakili Menpora untuk membuka secara resmi penanaman 10.000 mangrove dan transplantasi terumbu karang di Desa Pejarakan, Buleleng, Bali, Jumat (22/4/2016), staf Ahli Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) bidang Politik, Yuni Poerwanti mengatakan, pemerintah mengapresiasi gerakan-gerakan penyelamatan bumi yang dilakukan oleh anak-anak muda.

Hal itu dikatakan Yuni, karena acara penanaman mangrove yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi itu dihadiri sekitar 600 pemuda pejuang perubahan iklim.

“Pemerintah mengapresiasi dan bangga kepada kelompok Nature Conservation Forum/NCF Putri Menjangan yang menggelar acara ini dengan mengusung tema “Protect Mangrove Forests and Coral Reefs for A Better Life”. Kami bangga pemuda telah memberikan andil nyata dalam pelestarian lingkungan dengan penanaman mangrove serta transplantasi terumbu karang,” ujar Yuni.

Dia berharap, dari acara itu akan lahir jaringan-jaringan pejuang perubahan iklim di kemudian hari, mulai dari anak-anak, remaja, mahasiswa, pesantren, dan organisasi kepemudaan.

Dalam kesempatan itu, Yuni bersama para tamu yang hadiri menandatangani kesepakatan terkait perlindungan mangrove dan terumbu karang.

Gerakan massal untuk menyadarkan masyarakat terhadap upaya menyelamatkan bumi dari berbagai bencana lingkungan harus dimulai, sejak usia dini.

Untuk itu, gerakan untuk menyadarkan para kawula muda harus dikampanyekan ke seluruh penjuru Tanah Air.

“Semua elemen harus bersama-sama mengubah perilaku masyarakat agar mengerti, peduli, dan berbuat nyata dalam menjaga dan memperbaiki lingkungan yang bertujuan penurunan jejak karbon sebesar 5% setiap individu,” kata Yuni di Jakarta, Senin (25/4/2016).

Dikatakan, seluruh rakyat Indonesia di manapun berada harus ikut mencegah kenaikan suhu bumi yang mencapai 2 derajat Celcius dan berusaha semaksimal mungkin agar kenaikan tersebut tidak terus bertambah.

“Kita semua harus bisa menekan emisi karbon untuk menjaga kenaikan suhu di atas 2 derajat, dikarenakan dunia mengalami darurat perubahan iklim,” katanya.

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help