Banjir di DKI Jakarta

Ajaib, Meski Hanya Disebut sebagai Genangan, Seharian Dipompa, Air Tak Kunjung Surut

Meski disebut sebagai hanya genangan, bukan banjir, seharian dipompa, air tak kunjung surut.

Ajaib, Meski Hanya Disebut sebagai Genangan, Seharian Dipompa, Air Tak Kunjung Surut
Warta Kota/Dwi Rizki
Banjir yang melanda kawasan Kemayoran, diantaranya di Jalan Bungur Besar Raya, tepatnya depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Jalan Angkasa Raya sejak Rabu (20/4) malam rupanya belum kunjung surut hingga Kamis (21/4/2016) petang. 

WARTA KOTA, KEMAYORAN -- Banjir yang melanda kawasan Kemayoran, di antaranya di Jalan Bungur Besar Raya, tepatnya depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Jalan Angkasa Raya sejak Rabu (20/4) malam rupanya belum kunjung surut hingga Kamis (21/4/2016) petang.

Genangan setinggi mulai dari 20 cm hingga 40 cm itu masih memenuhi ruas jalan walaupun dua buah armada Pemadam Kebakaran telah disiagakan.

Terhitung lebih dari 15 jam dua buah armada pemadaman kebakaran disiagakan, tanda-tanda surutnya air rupanya masih jauh dari bayangan. Sebab, genangan yang berasal dari limpasan Kali Ciliwung, sisi Jalan Gunung Sahari Raya itu masih terus mengisi seluruh ruas jalan dengan luasan lebih dari satu kilometer, baik menuju Jalan Gunung Sahari Raya maupun menuju Jalan Angkasa Raya.

Tidak hanya itu, air yang dipompa dari permukaan Jalan Bungur Raya ke dalam saluran air di kolong underpass Kemayoran pun menyebabkan genangan di dalam underpass.

Sebab, walau genangan di dalam underpass juga turut dipompa, besarnya debit air yang disalurkan tidak sebanding dengan kapasitas tampung saluran.

Kondisi tersebut tidak ayal menyebabkan kemacetan lalulintas di sekitar lokasi genangan, khususnya arus lalulintas dari arah Kemayoran menuju Sawah Besar, melalui underpass Kemayoran. Lantaran jalan tergenang, seluruh kendaraan harus berjalan pelan, sehingga kemacetan terpantau hingga sepanjang lebih dari tiga kilometer.

Kondisi tersebut diungkapkan Camat Kemayoran, Heri Purnama masih coba ditangani oleh pihak Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat dan Sudin Tata Air Jakarta. Sejumlah mesin pompa disiagakan untuk menguras seluruh air yang tergenang menuju beberapa saluran penghubung (PHB) yang berada di sekitar lokasi genangan.

"Kondisinya memang sulit, karena permukaan Kali Ciliwung itu posisinya lebih tinggi dibanding jalan, jadi air terus limpas dari Kali Ciliwung ke jalan. Sementara, kita pompa ke PHB, saluran juga nggak memadai," ungkapnya.

Walau begitu, diyakininya genangan dapat surut apabila seluruh mesin pompa dioperasikan dan debit air yang mengisi Kali Ciliwung juga berangsur menurun. Karena diketahui, bila seluruh saluran air sangat memadai, sebab telah direvitalisasi sebelumnya oleh Sudin Tata Air Jakarta Pusat.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved