Liga Indonesia

Danurwindo: ISC Jadi Solusi Normalisasi Sepakbola Nasional

Danurwindo menyambut positip digelarnya Indonesia Soccer Championship (ISC) yang akan dimulai pada 29 April dan berakhir Desember 2016.

Danurwindo: ISC Jadi Solusi Normalisasi Sepakbola Nasional
Tribunnews.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Mantan pelatih Persija Jakarta, Danurwindo menyambut positip digelarnya Indonesia Soccer Championship (ISC) yang akan dimulai pada 29 April dan berakhir Desember 2016.

Menurutnya, ISC menjadi salah satu solusi normalisasi sepakbola nasional yang sedang dirudung masalah sekitar satu tahun lamanya.

"Menurut saya penyelenggaraan ISC adalah hal yang positip dan menjadi salah satu jalan keluar untuk menormalkan kembali sepakbola kita yang sempat vakum. Karena tanpa adanya turnamen jangka panjang seperti ISC, maka sepakbola kita tidak ada pengembangan," kata Danurwindo kepada Super Ball, Senin (18/4).

Danurwindo prihatin perkembangan sepakbola nasional jauh tertinggal dengan negara Asia Tenggara.

"Kita sudah tertinggal jauh dengan negara-negara Asean. Mereka sudah belajar semuanya dan berbenah diri untuk meningkatkan prestasi sepakbola di negaranya masing-masing. Sedangkan kita, masih seperti ini. Maka, ISC bisa dijadikan angin segar atau pintu menuju normalisasi sepakbola kita,"ujar Danurwindo.

Danurwindo berharap dengan penyelenggaraan ISC, seluruh pihak yang sedang berkonflik bisa segera memperoleh solusi.

"ISC menjadi tanda, masyarakat sepakbola nasional membutuhkan pertandingan. Biarlah ISC berjalan dan pihak-pihak di sana menyelesaikan konflik. Harapannya konflik jangan berlarut-larut, sehingga setelah ISC selesai, kompetisi resmi bisa digelar kembali," ucapnya.

Danurwindo menerangkan, konflik sepakbola nasional membuat kerugian yang luar biasa.

"Saat ini sudah satu tahun usia pembekuan terhadap PSSI. Akibatnya seluruh kegiatan sepakbola mulai dari kompetisi resmi, edukasi pembinaan usia muda terhenti. Kita juga disanksi FIFA. Saya berharap kedua belah pihak yang berkonflik tidak lagi merasa paling benar. Tetapi sebaiknya mari sama-sama mencari kesamaan misi dan visi demi mendapatkan solusi terbaik," terang Danurwindo.

Jika solusi sudah ditemukan, tutur Danurwindo, seluruh pihak bekerjasama dalam membenahi segala kekurangan.

Halaman
12
Penulis: Sigit Nugroho
Editor: Andy Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved