WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Koran Warta Kota

Ruko di Pulau Reklamasi Rp 11 M

Pengembang menawarkan rumah toko atau rumah kantor di Golf Island dan Rover Walk ini dengan harga Rp 11 miliar.

Ruko di Pulau Reklamasi Rp 11 M
doc. Bappeda DKI Jakarta.
Gambar proyek reklamasi 17 Pulau di Teluk Jakarta. 

Pantauan Warta Kota, Kamis (14/4), truk molen berisi semen dan truk pengangkut pasir berlalu-lalang di Jalan Pantai Indah Kapuk (PIK) menuju jembatan sepanjang sekitar 9 kilometer, yang menghubungkan Pulau C dan D.

Beberapa petugas keamanan dari perusahaan pengembang yang mengembangkan proyek itu, yaki PT Kapuk Naga Indah yang merupakan anak perusahaan Agung Sedayu Group, juga masih berjaga-jaga.

Penjagaannya lebih ketat dari sebelumnya. Sekitar lima hingga tujuh personel kemanan berada di jembatan tersebut. Setiap orang yang tidak berkepentingan tidak diperbolehkan masuk ke jembatan penghubung yang menghubung Kawasan PIK ke Pulau C dan D.

Dilihat dari kejauhan, terdapat pintu besi yang membentang jembatan yang menghubungkan dua pulau, yang akan dibangun Kawasan elit bernama Golf Island dan River Walk tersebut.

Dua pulau yang diklaim pihak pemerintah tak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) ini, terlihat sepi karena warga yang mendekat untuk melihat-lihat tidak diperbolehkan oleh petugas keamanan.

Salah seorang warga yang tinggal di Kawasan PIK, Siska (45), membenarkan meski proyek reklamasi itu bermasalah, tetapi pengerjaan proyek bangunan masih berlanjut.

Dia melihat beberapa truk-truk molen dan pengangkut material bangunan, keluar masuk di jembatan yang menghubungkan Pulau C dan D atau ke Pulau Golf Island dan River Walk.

"Itu masih banyak truk-truk lewat lalu-lalang melintas di jembatan penghubung ke proyek yang katanya Pulau C dan D itu. Masih ada kok. Kalau dilihat dari jauh ya masih ada saja pekerja yang bekerja di sana. Di sana telihat semacam bangunan berlantai dua, mirip ruko atau rukan-rukan yang biasa kita temui di kawasan elit Jakarta. Katanya kan mau dihancurin pemerintah? Masih ada ah," ucapnya.

Ia melanjutkan, "Saya dengan suami pernah lari pagi mau ke jembatan berfoto di jembatan. Tapi saya diusir mentah-mentah. Enggak boleh sama sekali mas ke sana. Enggak tahu kenapa. Apa emang karena bermasalah ya, di media-media kan sudah banyak yang ditayangkan terkait pulau reklamasi. Mungkin karena itu ya," terangnya saat berkunjung di Fresh Market PIK.

Warga lainnya, Marno (35) yang merupakan sopir truk molen semen yang tengah asik bersantai di sekitaran Jalan PIK, mengaku tak tahu menahu soal penyegelan proyek Pulau C dan D yang dilakukan pemerintah. Dia mengaku sempat melakukan pengecoran di Pulau D tersebut.

Halaman
1234
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help