Kasus Sodomi

Investigasi Kasus JIS Dinilai Memiliki Niat Jahat

Polemik kasus dugaan kekerasan seksual di Jakarta Intercultural School (JIS) masih terus bergulir.

Investigasi Kasus JIS Dinilai Memiliki Niat Jahat
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Dua orang guru Jakarta International School (JIS), Neil Bantleman ?dan Ferdinant Tjiong bersama pengacara mereka Hotman Paris Hutapea saat bebas di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (14/8/2015). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Polemik kasus dugaan kekerasan seksual di Jakarta Intercultural School (JIS) masih terus bergulir.

Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Miko Ginting menilai penyidikan dalam kasus di telah terjadi banyak pelanggaran prosedur.

“Kasus JIS dengan tersangka pekerja kebersihan merupakan malicious prosecution atau investigasi dengan niat jahat atau niat buruk. Banyak kejanggalan yang terjadi selama proses hukumnya,” kata Miko dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/4/2016).

Menurut Miko Ginting, sejak awal penangkapan para petugas kebersihan dilakukan oleh kepala keamanan JIS.

Kemudian bantuan hukum kepada para tersangka tidak optimal. Ketiga, rekonstruksi kasus dilakukan tanpa disertai berita acara.

Dalam kasus yang melibatkan pekerja kebersihan, 6 pekerja PT ISS telah diseret dan dipenjarakan dengan tidak melalui prosedur hukum. Bahkan satu pekerja kebersihan Azwar tewas saat menjalani penyidikan di Polda Metro Jaya.

Dari foto-foto yang beredar, wajah Azwar telihat penuh luka diduga tanda adanya kekerasan.

Namun, penyebab kematian Azwar yang disebut bunuh diri, kata Miko, hingga kini masih menyisakan tanya. Lantaran otopsi tidak pernah dilakukan.

Upaya sejumlah pihak untuk mendorong Komnas HAM untuk ikut mengungkap penyebab kematian Azwar melalui otopsi oleh pihak independen juga terhenti.

Koordinator Komisi Nasional Hak Asasi Nasional (KontraS) Haris Azhar menambahkan, kasus dugaan pelecehan seksual di JIS tidak hanya melanggar hak para tersangka, namun juga hak para korban.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Sabran
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved