WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Rumah Dinas PT KAI Senen akan Diubah Jadi Train Stabling

Penyediaan garasi atau train stabling sangat dibutuhkan.

Rumah Dinas PT KAI Senen akan Diubah Jadi Train Stabling
Warta Kota/dwi rizki
Pengosongan rumah dinas milik PT KAI. 

WARTA KOTA, SENEN -- Pengosongan sekaligus pembongkaran sebanyak 41 unit rumah dinas di Jalan Bungur Besar Raya RT 20/04 Kelurahan Senen, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (14/4/2016) diungkapkan Senior Manager PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Bambang Setiyo Prayitno berdasarkan kebutuhan.

Sebab, seiring dengan meningkatnya jumlah kereta, baik Kereta Rel Listrik (KRL) ataupun Kereta Api Jarak Jauh, garasi atau train stabling sangat dibutuhkan.

Karena itu, disebutkannya, tidak hanya rumah dinas Senen, sejumlah aset milik PT KAI yang terdaftar di wilayah Jabodetabek akan diambil untuk digunakan sebagai train stabling maupun Depo Kereta Api.

"Memang kebutuhan lahan saat ini sangat mendesak, karena penambahan armada KRL ataupun KA Jarak Jauh pada tahun ini sangat tinggi. Aset-aset itu akan kita fungsikan sebagai Depo dan train stabling untuk pemeliharaan kereta (gerbong-red)," ungkapnya kepada Warta Kota, Kamis (14/4).

Selain besarnya jumlah penambahan kereta, alih fungsi sejumlah aset seperti di wilayah Stasiun Depok, Stasiun Manggarai, Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Duri juga dipersiapkan untuk rangkaian KRL Bandara.

KRL yang beroperasi mulai dari Stasiun Manggarai-Stasiun Duri-Stasiun Batu Ceper-Stasiun Bandara Soekarno-Hatta itu membutuhkan ruang, baik untuk pemeliharaan maupun persiapan keberangkatan.

"Pembangunan Depo dan train stabling ditargetkan selesai pada tahun ini, jadi menurut perhitungan, begitu pembangunan selesai dan rangkaian datang, akhir tahun ini KRL Bandara sudah bisa beroperasi," tutupnya meyakinkan.

"Ini namanya dzolim (merugikan-red) sama warga, perkara masih diuji, tetapi kenapa kita diusir paksa kayak begini. Ya Allah, orang-orang ini berdosa ya Allah, semoga matinya susah semua," ungkap seorang penghuni kesal kepada petugas.

Tetapi teriakan, umpatan serta aksi penolakan yang dilakukan warga tidak juga membuahkan hasil. Puluhan petugas keamanan PT KAI yang disiagakan terlihat tetap melakukan pengosongan rumah paksa, seluruh perabot milik penghuni yang masih tertinggal dibawa keluar dari rumah.

Walau aksi sempat diwarnai keributan, secara umum penertiban berjalan kondusif. Satu per satu penghuni terlihat membongkar sendiri perabotannya masing-masing dan mengemasnya untuk segera pindah meninggalkan rumah.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help