Senin, 13 April 2026

Koran Warta Kota

Wakil Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan Loncat Pagar

Ferrial Sofyan, panik menghindari wartawan seusai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia loncat pagar untuk menghindarinya.

Editor: Suprapto

WARTA KOTA, PALMERAH— Wakil Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Ferrial Sofyan, panik menghindari wartawan seusai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (11/4).

Dia dimintai keterangan terkait kasus dugaan Korupsi pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait reklamasi teluk Jakarta.

Dari pengamatan Warta Kota, Ferrial diperiksa mulai pukul 09.30 WIB dan baru keluar dari gedung anti rasuah itu sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat keluar dari Gedung KPK, Ferrial kebingungan ketika diserbu oleh awak media.

Mantan Koordinator Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang mengenakan kemeja batik berwarna coklat itu, berjalan tergesa-gesa untuk menghindari serbuan wartawan.

Tidak seperti orang lain ketika meninggalkan KPK melalui tangga depan lobby, Ferrial malah memilih jalan ke samping melalui ramp khusus pengguna kursi roda.

Politisi Partai Demokrat itu memilih melompati ramp yang memiliki ketinggian sekitar 1,5 M dan tergesa-gesa keluar gedung KPK menuju mobilnya yang telah menunggu di depan pos securtiy KPK.

Ferrial enggan menjawab pertanyaan seputar pemeriksaannya hari ini dan menyarankan awak media bertanya ke pihak KPK.

“Tanya saja ke penyidik KPK,” kata sembari memasuki mobilnya, Senin (11/4).

Diketahui, pada Senin (11/4) kemarin, selain Ferrial, KPK juga memeriksa Anggota DPRD DKI Jakarta yang lain di antaranya, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik, Wakil Ketua Badan Legislasi DPRD DKI Merry Hotma, anggota Baleg DPRD DKI Mohammad Sangaji. Mereka diperiksa sebagai saksi untuk Muhamad Sanusi.

Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengaku tidak tahu menahu soal kasus dugaan suap proyek reklamasi Teluk Jakarta yang menyeret Ketua Komisi D DPRD DKI, Muhamad Sanusi sebagai tersangka.

Usai diperiksa sebagai saksi selama enam jam oleh penyidik, Kader PDIP itu mengaku tidak tahu soal pemberian suap dari PT Agung Podomoro Land (PT APL) kepada M Sanusi.

“Tidak tahu soal (suap) itu,” kata Prasetyo di Gedung KPK, Senin (11/4) sore. Pertanyan-pertanyaan lainnya yang diajukan oleh awak media terkait isu adanya pemberian uang kepada anggota DPRD yang lain juga dijawab tidak tahu oleh Prasetyo.

Sama halnya dengan pengakuan kakak kandung tersangka kasus suap proyek reklamasi Teluk Jakarta Muhamad Sanusi, M Taufik yang membantah adanya aliran dana untuk dirinya terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

“Tidak mungkin lah, saya kira tidak ada Sanusi bilang kayak gitu,” kata Taufik saat dikonfirmasi mengenai adanya kabar dirinya menerima uang dari Sanusi, Senin (11/4)

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved