Ratusan Unggas di Bekasi Terindikasi Flu Burung

Sebanyak 467 ekor unggas di Kabupaten Bekasi dinyatakan positif flu burung dari Januari sampai Maret 2016.

Ratusan Unggas di Bekasi Terindikasi Flu Burung
Warta Kota/dwi rizki
Ilustrasi unggas.

WARTA KOTA, BEKASI-Sebanyak 467 ekor unggas di Kabupaten Bekasi dinyatakan positif flu burung dari Januari sampai Maret 2016. Adapun penyebaran virus mematikan itu berada di tiga wilayah, yakni Kecamatan Babelan, Tambun Selatan dan Cikarang Pusat.

Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bekasi, Wahyudi Asmar mengatakan, virus flu burung sekarang sudah semakin kuat dan berevolusi. Artinya, gejala dari penyakit itu tidak tampak, tapi malah membuat hewan peliharaan langsung mati. “Tahun lalu masih kelihatan gejalanya, tapi kalau sekarang tidak. Tahu-tahu unggas langsung mati,” ujar Wahyudi, Kamis (31/3) malam.

Berdasarkan data yang dia punya, seluruh unggas itu terdiri dari 13 ekor ayam kampung, 450 itik, dua entok dan dua jenis unggas lain. Sementara unggas yang mati akibat penyakit itu ada empat ekor ayam kampung, 30 itik, satu entok dan satu unggas lain.

Meski kasus tersebut cukup menyita perhatian, namun pihaknya belum meningkatkan status ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Sebab, dalam kematian unggas itu belum mencapai ribuan. Malah sifatnya itu hanya insidentil. ”Kematiannya sangat sedikit jumlahnya, jadi belum bisa dinyatakan KLB,” katanya.

Dia menjelaskan, awal penyebaran virus flu burung itu terjadi pada 20 Januari 2016 lalu. Saat itu ditemukan 450 itik milik salah seorang warga bernama Matar di Kampung Pondok Soga RT 08/04, Desa Pantai Hurip, Kecamatan Babelan. “Dari seluruh yang dinyatakan positif, setidaknya ada 30 ekor itik miliknya mati,” kata Wahyudi.

Kemudian, kasus kedua, kata Wahyudi, terjadi pada 7 Februari 2016, yaitu ada enam unggas positif terinfeksi flu burung di Perum Sinar Kompas Utama, Jalan Melati RT 05/05 Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan. Unggas milik Paulus Hadi itu terdiri dari 2 ekor ayam, 2 ekor entok, dan 2 ekor jenis unggas lain. “Dari jumlah tesebut, empat ekor di antaranya mati seketika,” jelasnya.

Terakhir, kata dia, terjadi pada 3 Maret 2016 di Kampung Cikuya RT 01/14, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Pusat. Petugas menemukan 11 ayam kampung milik Djafar Shidiq telah terindikasi flu burung dan dua di antaranya mati.

Akibat kejadian ini, pihaknya melakukan berbagai upaya antisipasi, seperti melakukan depopulasi unggas yang dinyatakan sudah positif flu burung dan penyuluhan kepada pemilik unggas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Moharmansyah Boestari menambahkan, hingga kini penyebaran flu burung hanya menyasar ke unggas. Belum ada warga yang tercatat terserang virus unggas itu. ”Belum ada warga yang tertular virus flu burung,” kata dia.

Dia berdalih, pihaknya telah menyisir sejumlah peternakan di beberapa wilayah Kabupaten Bekasi dengan hasilnya negatif. ”Tapi kami tetap melakukan waspada atas penyebaran virus ini,” ujarnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help