Mediasi Kisruh Lahan Parkir di Stadebar Batal Digelar

Pertemuan antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan PT Andyka Investa, batal digelar, Kamis (31/3) sore.

Mediasi Kisruh Lahan Parkir di Stadebar Batal Digelar
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Lahan parkir di Stasiun KA Depok Baru (Stadebar) tidak dijaga petugas karena digratiskan sementara waktu oleh pihak PT KAI. Sejumlah spanduk bertuliskan parkir gratis untuk sementara memenuhi beberapa sudut area parkir Stadebar. Pos penjaga parkir kelihatan kosong. 

WARTA KOTA, DEPOK - Pertemuan antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan PT Andyka Investa, terkait kisruh pengelolaan lahan parkir di Stasiun KA Depok Baru (Stadebar), yang direncanakan dilakukan di Mapolresta Depok dengan dimediasi oleh Kapolresta Depok Kombes Dwiyono, batal digelar, Kamis (31/3) sore.

Sebab Kapolresta Depok Kombes Dwiyono secara mendadak dipanggil ke Mapolda Metro Jaya untuk rapat terkait pengamanan pertandingan Sepakbola di Senayan, akhir pekan ini.

Batalnya pertemuan ini dibenarkan oleh Muttaqin, Juru Bicara PT Andyka Investa, selaku pengelola parkir di Stadebar dalam beberapa tahun ini.

"Benar batal digelar pertemuannya karena Kapolres harus ke Mapolda Metro," kata Muttaqin.

Padahal kata dia, pihaknya bersama pihak Kementerian Perhubungan sudah sempat hadir di Mapolresta Depok. Sementara pihak PT KAI, belum sempat hadir.

"Kami dan dari pihak Kemenhub sudah sempat hadir di Mapolresta Depok," kata Muttaqin.

Atas hal ini, Muttaqin mengaku maklum atas kesibukan Kapolresta Depok Kombes Dwiyono yang harus membatalkan pertemuan yang dimediasinya ini.

Walaupun begitu, Muttaqin berharap pembicaraan dengan PT KAI, bisa dilakukan secepatnya.

Seperti diketahui kisruh pengelolaan lahan parkir seluas sekitar 3 hektar di Stadebar terjadi akhir-akhir ini antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan PT Andyka Investa selaku pengelola lahan parkir.

Sebab, sejak Senin (28/3), PT KAI mengambil alih pengelolaan secara sepihak sehingga menggratiskan parkir kendaraan di Stadebar sementara waktu, sampai waktu yang belum ditentukan.

Alasannya, PT KAI menuding pihak PT Andyka Investa yang selama ini mengelola lahan parkir di Stadebar, sudah 2 tahun ini tidak membayar sewa lahan parkir di sana ke PT KAI. Dimana besaran sewa lahan adalah sekitar Rp 800 Juta pertahun.

Sementara, PT Andyka Investa mengakui pihaknya memang tidak membayar sewa lahan selama 2 tahun ke PT KAI. Namun hal itu bukan karena mereka tidak mau membayar, tetapi pembayaran akan diberikan ke pihak yang tepat dan itu bukanlah PT KAI.

Sebab, PT Andyka menganggap lahan parkir di Stadebar adalah milik Kemenhub sesuai data dari BPN. Sehingga pembayaran sewa lahan akan diberikan ke Kemenhub dan bukan PT KAI.

Karena jika pembayaran sewa lahan dilakukan ke PT KAI, PT Andyka menganggap dalam waktu ke depan hal itu bisa menjadi permasalahan.

Disamping itu, akibat penggratisan parkir kendaraan ini, maka pendapatan asli daerah yang bisa didapat Pemkot Depok menjadi hilang yakni sebesar sekitar Rp 1,3 Juta perharinya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved