WartaKota/

Persija Jakarta

Imran Nahumarury: Kenapa Harus Bepe Lagi

Imran Nahumarury mengatakan, Macan Kemayoran tidak harus memainkan Bambang Pamungkas atau Bepe di Indonesia Soccer Championship A (ISC A).

Imran Nahumarury: Kenapa Harus Bepe Lagi
KOMPAS.com/VITALIS YOGI TRISNA
Bambang Pamungkas. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Mantan pemain Persija Jakarta, Imran Nahumarury mengatakan, Macan Kemayoran tidak harus memainkan Bambang Pamungkas atau Bepe di Indonesia Soccer Championship A (ISC A).

Imran menilai Bepe sudah tidak bisa diandalkan, karena tidak lagi produktif. Kegagalan lolos ke semifinal Piala Bhayangkara 2016 menunjukan bahwa pelatih Persija Jakarta, Paulo Camargo harus cerdik dalam membentuk skuad.

"Kenapa harus Bepe lagi. Nggaklah. Masih ada pemain lain yang lebih baik, kenapa harus Bepe lagi. Kalaupun tetap dimasukan dalam skuad untuk ISC A, Bepe hanya untuk menjadi motivator pemain lain saja. Menurut saya, jika ingin mendapatkan hasil yang memuaskan di ISC A, Paulo harus memaksimalkan pemain-pemain muda saja," ujar Imran.

Menurut Imran, pemain-pemain muda Persija memiliki peran besar dalam membangun serangan. Itu terbukti selama Piala Bhayangkara 2016.

"Pemain-pemain muda Persija menunjukan performa yang sudah bagus. Persija memiliki pemain-pemain muda yang bisa diandalkan, seperti Ramdhani Lestaluhu, Amarzukih, Syahroni, dan Ade Jantra. Pemain-pemain lokal Persija juga bisa menjadi kombinasi yang menjanjikan untuk ISC A. Jadi kenapa harus menggunakan pemain senior yang sudah tidak produktif lagi, seperti Bepe," tutur Iman.

Pria kelahiran Tulehu, Maluku,12 November 1978 itu mencontohkan Timnas Inggris yang tidak lagi menggunakan Wayne Rooney yang dianggap performanya sudah turun.

"Saat Rooney sudah menurun performanya, pelatih Inggris hanya menggunakan tenaganya di Piala Eropa. Itupun tujuannya hanya untuk menjadi motivasi pemain lain saja. Jadi saya tidak setuju kalau pemain seperti itu (Bepe) tetap dimainkan di ISC A," ucap Imran.

Persaingan di ISC A akan sangat ketat dan Persija pasti menargetkan masuk ke papan atas. Oleh karena itu, Paulo harus benar-benar tepat dalam meracik kerangka tim.

"Salah satu faktor kegagalan Persija lolos ke semifinal Piala Bhayangkara 2016, karena tidak memiliki playmaker. Selain itu pemilihan pemain asing tidak tepat. Justru pemain-pemain muda lokal lebih menjanjikan. Jika ingin lebih maksimal lagi, Paulo bisa mengkombinasikan dengan pemain asing yang benar-benar bagus. Jangan menggunakan tiga pemain asing yang perannya tidak terlihat selama Piala Bhayangkara 2016," jelas Imran.

Bagi Imran, menggunakan pemain ikon tidak bisa menjamin kesuksesan sebuah tim.

Halaman
12
Penulis: Sigit Nugroho
Editor: Andy Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help