Terkait Kasus Ayah Marshanda, Anak Seharusnya Menyokong Orangtua

Menurut Sosiolog Musni Umar, anak seharusnya menjadi tulang punggung bagi orangtuanya yang mengalami kesusahan.

Terkait Kasus Ayah Marshanda, Anak Seharusnya Menyokong Orangtua
Arie Puji Waluyo
Marshanda bersama Irwan Yusuf 

WARTA KOTA, KRAMATJATI - Digaruknya ayah Marshanda, Irwan Yusuf oleh Sudin Sosial Jakarta Selatan menjadi kehebohan tersendiri. Pasalnya Irwan kedapatan mengemis saat anaknya justru menjadi publik figur yang dikenal masyarakat luas.

Padahal seharusnya seorang anak bisa menyokong kehidupan orangtuanya ketika beranjak dewasa.

Menurut Sosiolog Musni Umar, anak seharusnya menjadi tulang punggung bagi orangtuanya yang mengalami kesusahan. Namun kenyataan tersebut tidak dilakukan Marshanda.

"Dalam kasus Marshanda boleh saja orang kaya jadi miskin, kan kita tidak tahu apa faktor penyebabnya terlebih anaknya kan populer. Pertanyaannya anak yang sudah berhasil mengapa tidak pedulikan orangtua? Bisa jadi pendidikan di keluarga yang tidak menyampaikan bahwa orangtua tetap orangtua," katanya, Senin (28/3/2016).

Menurutnya, kesulitan orangtua juga kesulitan anak demikian pula sebaliknya. Kalau dua hal ini dtanamkan sejak kecil, hal demikian enggak mungkin terjadi.

Selain itu, peran lingkungan juga berpengaruh dimana harus ada rasa gotong royong dan saling bahu membahu.

Musni melihat dalam kasus Marshanda, lingkungan yang demikian tidak ada. Sehingga orantua mencari jalan pintas. Mungkin karena malu untuk minta bantuan anak sehingga akhirnya yang bersangkutan menjadi pengemis.

Selain itu Musni menilai latar belakang keluarga Marshanda yang telah bercerai juga menjadi faktor tersendiri. Pasalnya perceraian bisa memunculkan kekecewaan. Ini bisa menjadi pelajaran di masyarakat bahwa ikatan keluarga harus tetap dijaga.

"Tapi kita juga harus memberikan apresiasi bagi Marshanda, dia tidak malu akui orangtuanya. Kedepan setelah ini terungkap maka tidak ada pilihan harus mencurahkan perhatian kepada orangtuanya dan tida boleh lagi menjadi pengemis," ucap Wakil Rektor I Universitas Ibnu Chaldun Jakarta itu.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help