Home »

News

» Jakarta

Kebijakan 3 in 1 Dihapus Dinilai Efektif Menghapus Joki

Basuki akan menghapus sistem 3 in 1 di sejumlah jalan protokol untuk menghapus keberadaan joki.

Kebijakan 3 in 1 Dihapus Dinilai Efektif Menghapus Joki
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi kumpulan joki three in one. 

WARTA KOTA, TANAH ABANG -- Penertiban yang dilakukan Satpol PP Jakarta Pusat terhadap keberadaan joki 3in1 yang kerap beroperasi di sejumlah wilayah Jakarta Pusat sepanjang Selasa (29/3/2016) memicu kontroversi dari berbabagi kalangan terhadap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Basuki akan menghapus sistem 3 in 1 pada sejumlah jalan protokol untuk menghapus keberadaan joki yang meresahkan.

Pernyataan Ahok yang lantang disampaikan di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (29/3) itu secara langsung mengejutkan seluruh pihak, termasuk joki 3in1. Beberapa pemilik kendaraan mengaku setuju lantaran sistem 3in1 yang diterapkan bagi pengendara roda empat saat ini tidak berpengaruh banyak dalam mengurangi kemacetan, sebaliknya sejumlah joki mengaku akan kehilangan pekerjaan dan menganggur apabila kebijakan diterapkan.

"Kita bakal nyari makan dari mana bang kalo itu (kebijakan-red) bener diterapin. Lah sehari-harinya ya memang saya nyari tambahan dari sini, jadi joki," ungkap Yuli (32) seorang joki 3in1 yang biasa beroperasi di Jalan Teluk Betung, sebelah Grand Indonesia, Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Selasa (29/3/2016).

Dirinya menilai bila Ahok tidak mengerti tentang permasalahan ekonomi yang dirasakan warga tidak mampu seperti dirinya. Karena, walaupun penghasilan dari hasil joki dinilainya sedikit, pendapatan harian tersebut dapat menyambung hidup keluarganya hingga saat ini.

"Anak saya dua bang, suami nggak kerja, cuma serabutan aja jadi supir tembak. Nah kalo saya nggak begini (joki-red), buat makan sehari-hari dari mana, karena kan suami nggak setiap hari bisa narik," ungkap warga Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat itu mengeluh.

Dihubungi terpisah, Kasudin Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menyampaikan dukungannya atas pelaksanaan kebijakan tersebut. Sebab menurutnya, lewat dihapusnya sistem 3in1 pada sejumlah jalan protokol akan secara langsung menghilangkan praktek joki yang kerap terjadi saat ini.

"Ketika ķebijakan 3 in 1 dihapuskan, secara otomatis tidak akan ada lagi joki di jalan. Hal ini bagus, mengingat angka joki di wilayah Jakarta Pusat masih tinggi walau terus kami tertibkan, tercatat pada sepanjang bulan Maret 2016 saja kami berhasil mengamankan sebanyak 67 orang joki," jelasnya.

Tidak hanya secara langsung menghapuskan praktek joki, penghapusan sistem 3in1 dinilainya juga dapat menghilangkan praktek kejahatan jalanan hingga prostitusi terselubung yang mungkin dilakukan para joki. Apalagi diketahui bila profesi joki kini tidak lagi digeluti oleh orang dewasa, remaja hingga anak-anak juga banyak ditemukan menggeluti praktek serupa.

"Jadi secara langsung melindungi pengendara jalan ataupun joki itu sendiri. Apalagi remaja dan anak-anak, itu yang harus kita lindungi. Rencana penghapusan saat ini masih dalam proses pengkajian, tetapi apabila diterapkan kami siap melaksanakan kebijakan Gubernur," katanya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help