Sebanyak 643 PMKS Terjaring Razia di Jaksel

Sebanyak 643 orang terjaring razia.

Sebanyak 643 PMKS Terjaring Razia di Jaksel
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Sejumlah personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Administrasi Jakarta Utara, melakukan razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kawasan Terminal Tanjung Priok, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (08/12/2015). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Terdapat sebanyak 643 orang terjaring razia.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Mursidin mengaku akan memecat aparat di bawahnya kalau memang terbukti "bermain" mengeluarkan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) saat terjaring raziam

Pasalnya, tindakan itu sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

"Kalau ada di Sudin Jakarta Selatan saya yang bertanggung jawab. Jika ada langsung saya pecat," kata Mursidin di Balai Wartawan Pemkot Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (28/32016).

Dia mengatakan bahwa sudah tidak zamannya bermain seperti itu. Mantan Camat Tambora itu menginstrukikan anak buahnya untuk bekerja dengan baik dan tidak bermain mata.

"Saya nggak toleransi yang gitu-gitu. Sejak awal bertugas saya sampaikan ke temen-temen P3S, Kita bekerja dengan iklas, sesuai prosedur, tidak ada lagi main-main, dan zaman sudah berubah. Tidak seperti dulu kita bisa bermain mata, bisa 86 istilahnya. Nggak ada lagi seperti itu. Akan saya tindak tegas," kata dia.

Hal ini terbukti, dari Januari hingga Maret 2016, sudah ada 643 PMKS yang terjaring oleh petugas P3S Sudin Sosial Jakarta Selatan.

Penjaringan itu dilakukan di 11 titik rawan PMKS seperti Mampang Prapatan, Fatmawati, Lebak Bulus, Pondok Indah, Patung Pemuda, Patung Pancoran, CSW dan lain-plain.

"Per 27 maret ada 643 dari berbagai jenis terjaring PMKS. Semua dibawa ke Panti. Bayangkan sebanyak itu," tuturnya.

Maraknya PMKS dan eksploitasi terhadap anak-anak untuk mencari nafkah di jalanan, kata dia, pihaknya akan berusaha meminimalisir itu. Tindakan pencegahan dilakukan dengan menempatkan beberapa personel nP3S di 11 titik rawan PMKS.

"Ya itu, kalau dinsos kan lebih pada pencegahan. Seperti tadi pagi. Supaya tidak terjadi hal-hal yang sifatnya mengeksploitas anak untuk lakukan hal-hal yang dilarang UU. Itu kan nanti bisa munculnya kriminal. Sedangkan ini kan permasalahan sosial," ucapnya.

Terbukti, Senin (28/3/2016) siang, petugas P3S Sudin Sosial Jaksel menjaring dua orang anak yang sedang mengemis di kolong Mampang Prapatan. 
Kemudian, anak itu langsung dibawa ke Panti Sosial Bina Insani (PSBI) Cipayung, Jakarta Timur. 
"Akan dilakukan pembinaan di panti sosial selama 21 hari. Sama sekali tidak dipungut biaya. Lebih dari 21 hari nggak bakal dilepas, nanti akan dirujuk ke panti yang lebih besar," ucapnya.‎
Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved