Jalan Menceng Raya Dilebarkan karena Menjadi Biang Keladi Kemacetan

Lebar jalan yang sempit serta volume kendaraan yang padat menjadi penyebab kemacetan.

Jalan Menceng Raya Dilebarkan karena Menjadi Biang Keladi Kemacetan
TMC/luthfivip
Ilustrasi kemacetan. 

WARTA KOTA, KALIDERES -- Arus lalu lintas di Jalan Menceng Raya, Tegal Alur, Kalideres Jakarta Barat kerap kali menimbulkan kemacetan panjang.

Lebar jalan yang sempit serta volume kendaraan yang padat menjadi penyebab kemacetan karena arus lalu lintas sering tersendat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat menggelar sosialisasi terkait rencana pelebaran Jalan Menceng Raya ini sebagai biang keladi kemacetan panjang di kawasan Tegal Alur. Sosialisasi diadakan di ruang serba guna gedung Balai Latihan Kerja (BLK) DKI Jakarta, yang berada di Jalan Kamal, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat pada Senin (21/3/2016).

Sosialisasi itu dihadiri oleh ratusan warga dari lima RT yang tersebar di dua RW yakni 10 dan 11, Kelurahan Tegal Alur.

Ratusan warga yang hadir tampak menyimak penyampaian yang diberikan oleh aparatur setempat.

"Rencananya Jalan Menceng Raya sepanjang 1,5 kilometer yang berada di Kelurahan Tegal Alur, Kalideres, akan dilebarkan dengan trase 24 meter. Soalnya kondisi saat ini lebar jalan hanya sekitar 6 meter. Sementara volume kendaraan cukup padat," ujar Camat Kalideres, Uus Kuswanto pada Senin (21/3/2016).

Uus merinci berdasarkan pendataan sementara, tercatat 183 bangunan yang terkena proyek pelebaran Menceng Raya ini. Ratusan bangunan yang akan dibebaskan itu terletak mulai dari Jalan Kebersihan hingga Kali Semongol. Bangunan yang berada di lahan negara tersebut sudah berdiri sejak 1980-an.

"Lahan di sepanjang 1,5 kilometer ini sudah pernah dibebaskan pada 1973 oleh PT Sarana Jaya, perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi DKI," ucapnya.

Ia menambahkan terkait pelebaran jalan Menceng Raya ini dilakukan mengingat kondisi kemacetan yang sering terjadi di sepanjang Jalan Menceng Raya. Masyarakat serta pengendara yang melintas pun kesal karena kemacetan ini.

"Ratusan rumah warga yang terkena pelebaran tersebar di RT 05 dan 09 /RW 10 dan RT 02,04 dan 05 / RW 11. Mulai besok, selama dua hari ke depan akan turun petugas penataan kota untuk menetapkan batas ," katanya.

Lurah Tegal Alur, Mawardi mengungkapkan penertiban bangunan di sepanjang Jalan raya Menceng Raya untuk pelebaran itu diperkirakan dimulai pada pertengahan April 2016 ini. Kendati demikian pihaknya masih melakukan pendataan terlebih dahulu dan menyosialisasikan hal ini kepada warga.

"Kami sebelumnya memang sudah melakukan pembicaraan terhadap warga soal pelebaran Jalan Menceng Raya," papar Mawardi.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved