Polisi Tewas Gantung Diri Karena Persoalan Pribadi

Kematian anggota Sabhara Polrestro Jaksel, Aiptu Suparno ‎(50) di Perumahan Green Lontar 3A RT 10/03, Lenteng Agung, Jumat (18/3/2016) masih misterius

Polisi Tewas Gantung Diri Karena Persoalan Pribadi
Istimewa
Ilustrasi gantung diri 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Kematian anggota Sabhara Polres Metro Jakarta Selatan, Aiptu Suparno ‎(50) di Perumahan Green Lontar RT 10/03 nomor 3A, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2016) siang masih menjadi misteri.

Bapak dari dua orang anak itu, tewas tergantung di sebuah rumah kosong yang letaknya di samping rumahnya.

Apa penyebab dari korban sampai nekat untuk menghabisi nyawanya. Saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus gantung diri itu. Apalagi, banyak beredar informasi yang dihimpun, korban diduga stres ‎karena usahanya sedang tidak lancar.

"Motif dari kematian an‎ggota polisi masih didalami. Namun, itu karena persoalan pribadi," kata Wakapolres Metro Jakarta Selatan, AKBP Surawan saat dihubungi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (19/3/2016).

Menurut Surawan, setiap anggota kepolisian memang harus memiliki mental yang kuat.

Setiap apel pasukan, dia selalu berpesan kepada para anggota bila ada masalah tolong diberitahu kepada atasan. Sehingga, solusi mungkin bisa diberikan.

"Karena ini bukan kasus yang pertama kali. Setiap apel saya selalu sampaikan agar tetap berkomunikasi dengan atasan kalau ada masalah," ucap Surawan.

Ketika ditanya soal tes psikologi kepada anggota kepolisian, kata dia, itu untuk yang membawa senjata api. Namun, bimbingan kerohanian selalu dilaksanakan kepada anggota kepolisian setiap minggunya.

"Secara khusus tes psikologi memang belum ada dan hanya ‎yang memegang senjata api," tutur Surawan.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help