Pedagang Kaki Lima

Kasatpol PP Jakpus : PKL Akan Dikenakan Denda Rp 500.000

Tidak kunjung bersih walaupun telah ditertibkan berulang kali, tetap menjamurnya PKL di Jakarta Pusat sepertinya menjadi masalah besar.

Kasatpol PP Jakpus : PKL Akan Dikenakan Denda Rp 500.000
Warta Kota/Dwi Rizki
Satpol PP Jakarta Pusat akan menyita barang dagangan serta akan membebankan denda Rp 500.000 kepada para PKL di wilayah Jakarta Pusat. 

WARTA KOTA, SENEN - Tidak kunjung bersih walaupun telah ditertibkan berulang kali, tetap menjamurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah Jakarta Pusat sepertinya menjadi masalah besar yang harus diatasi Pemerintah Kotamadya Jakarta Pusat saat ini.

Terkait hal tersebut, petugas Satpol PP Jakarta Pusat tidak hanya akan menyita barang dagangan semata, tetapi akan membebankan denda Rp 500.000 kepada para pedagang.

Hal tersebut lugas disampaikan oleh Kasatpol PP Jakarta Pusat, Iyan Sopiyan Hadi saat meninjau pelaksanaan sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Jumat (18/3/2016).

Penerapan denda besar tersebut disampaikannya untuk memberikan efek jera, sehingga pedagang tidak lagi mengotori Ibu Kota.

"Saya siap adu pintar sama mereka (PKL), karena memang saya akui, walaupun kita bolak balik nertibin, mereka pasti datang lagi. Nah kedepannya, kita nggak cuma sita barang dagangannya, kita minta juga KTP-nya (Kartu Tanda Penduduk) supaya ikut sidang dan bayar denda Tipiring. Biar pada kapok," jelasnya.

Langkah tersebut dinilainya sangat menjanjikan, sebab lewat denda yang terbilang besar, para pedagang diperkirakannya akan berfikir dua kali untuk berjualan di fasilitas umum wilayah Jakarta Pusat. Apalagi, lanjutnya, denda pun akan dilipatgandakan apabila para pedagang kembali tertangkap.

"Kalau sekarang kami belum terapin denda Rp 500.000, denda sidang ini masih Rp 100.000. Padahal kalau kami lihat Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, di situ ditulis denda maksimal mencapai Rp 50 juta, jadi kalau dibandingin, denda Rp 500.000 kan kecil," ungkapnya sembari tertawa.

Sidang Tipiring yang digelar di lantai dua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Jumat (18/3/2016) diikuti oleh sebanyak 146 orang pedagang yang terjaring dari seluruh wilayah Jakarta Pusat dalam tiga pekan terakhir. Namun, dalam sidang tersebut, tercatat hanya sebanyak 96 orang pedagang yang datang dan mengikuti sidang.

Seluruh pedagang yang ditetapkan bersalah oleh Hakim Tunggal dalam persidangan tersebut kemudian diminta untuk membayarkan denda atas kesalahan. Selanjutnya para pedagang dipersilahkan untuk mengambil KTP-nya masing-masing setelah menunjukkan tanda bukti pembayaran.

Sementara itu, bagi pedagang yang tidak datang menghadiri sidang akan kembali dipanggil pada pekan depan. Apabila diketahui kembali mangkir, pedagang dapat mengambil KTP di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada pekan berikutnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved