Penggusuran Kalijodo

80 Persen Sambungan Air di Kalijodo Ilegal

Hampir 80 persen sambungan air di kawasan Kalijodo, Jakarta Utara dan Jakarta Barat adalah ilegal.

80 Persen Sambungan Air di Kalijodo Ilegal
KOMPAS.com/Andri Donnal Putera
Tampak papan pengumuman dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang didirikan di atas reruntuhan Kalijodo, Jakarta Utara, Senin (29/2/2016). Ke depan, bekas lokalisasi dan tempat hiburan malam selama puluhan tahun itu akan menjadi ruang terbuka hijau, ruang publik ramah anak, jogging track, dan lapangan futsal. 

WARTA KOTA, PENJARINGAN - Hampir 80 persen sambungan air di kawasan Kalijodo, Jakarta Utara dan Jakarta Barat adalah ilegal.

Hal itu diungkapkan Division Head Customer Service PT Pallyja Asep Rahmat yang mengatakan dari pengamatan sementara di lapangan, ada 80 persen yang ilegal dari sekitar 500 sambungan.

"Hasil investigasi di Kalijodo ada 500 sambungan namun pelanggam kita hanya sekitar 100 saja. Sisanya 400 sambungan kemungkinan liar," kata Asep, Senin (29/2/2016).

Ia mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan investigasi soal dugaan adanya sambungan-sambungan liar di kawasan Kalijodo yang diduga dilakukan dari kafe-kafe di lokasi tersebut.

Untuk itu pihaknya sudah memutus aliran air sementara sehingga tidak lagi terjadi kebocoran.

"Kami masih memeriksa sistem distribusi air di sini, butuh waktu karena banyak puing. Namun dugaan pencurian air memang ada," ungkapnya.

Kendati demikian hingga saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan nilai kerugian dari sambungan ilegal tersebut.

"Untuk nominal kami belum dapat hitungan jumlah pastinya" ujarnya.

Pencurian air

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Daniel Bolly Tifaona mengatakan, tidak menutup kemungkinan Daeng Azis juga melakukan dugaan pelanggaran selain pencurian listrik. Untuk itu pihaknya hingga saat ini masih mendalami hal tersebut.

"Kemungkian besar iya, tapi kita cek terlebih dahulu lah," katanya.

Menurut Bolly hingga saat ini penyidik masih fokus dengan kasus dugaan pencurian listrik yang dituduhkan kepada Daeng Aziz.

Namun jika nantinya ditemukan alat bukti atau keterangan terkait dugaan pencurian air yang dilakukan Aziz, penyidik sudah pasti akan menindaklanjutinya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved