Belasan Butir Peluru Ditemukan di Jembatan Panus Depok

Dulunya, Jembatan Panus di Jalan Tole Iskandar itu memang menjadi jalur utama para tentara asing yang berperang di wilayah Depok

Belasan Butir Peluru Ditemukan di Jembatan Panus Depok
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ketua Komunitas Ciliwung, Bayu Eko Nurtanto, menyerahkan 12 butir peluru ke Polresta Depok yang diwakili oleh Anggota Tim Jaguar yakni Aiptu Tulus. 

WARTA KOTA, DEPOK - Sebanyak 12 butir peluru senjata laras panjang ditemukan oleh anggota Komunitas Ciliwung dari bawah Jembatan Panus di Jalan Tole Iskandar, Depok.

Temuan itu lalu diserahkan ke Polresta Depok, Rabu (24/2) untuk ditindaklanjuti.

Ketua Komunitas Ciliwung, Bayu Eko Nurtanto, menuturkan temuan 12 butir peluru di bawah Jembatan Panus itu, terjadi saat komunitas mereka melakukan pembersihan aliran Kali Ciliwung saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Minggu (21/2) lalu.

"Satu per satu peluru yang masih aktif itu ditemukan sama teman-teman di komunitas. Totalnya ada 12 butir. Semuanya ditemuin di pinggir Kali Ciliwung bawah jembatan Panus," kata Bayu.

Atas temuan itulah, kata dia, pihaknya menyerahkan semua peluru ke Polresta Depok yang diwakili oleh Tim Jaguar yakni Aiptu Tulus.

"Kami berharap dari temuan ini, nantinya ada tindak lanjut dari kepolisian untuk menyusuri Kali Ciliwung di bawah jembatan Panus. Sebab kami yakin, masih ada benda-benda seperti itu di sana," kata Bayu.

Menurut Bayu, jika benda-benda seperti peluru dan alat ledak lain ditemukan warga yang tidak mengerti dan memperlakukannya sembarangan, hal itu akan sangat berbahaya.

"Wajar jika ada temuan peluru di bawah Jembatan Panus. Sebab dulunya, jembatan itu memang menjadi jalur utama para tentara asing yang berperang di wilayah Depok," katanya.

Sementara itu Aiptu Tulus menuturkan pihaknya akan mempertimbangkan masukan Komunitas Ciliwung untuk menyisir Kali Ciliwung di bawah Jembatan Panus, dan mensterilkan wilayah itu dari peluru atau granat.

"Kita akan pertimbangkan untuk melakukan itu," katanya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help