WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Ahli Waris Rumah Dinas yang Dibongkar Petugas Menolak Pindah ke Rusun

Tiga bangunan seluas 356 m2 di Jalan Mampang Prapatan Raya No 80, Jakarta Selatan, Kamis (18/2/2016) diratakan dengan beckho berwarna hijau.

Ahli Waris Rumah Dinas yang Dibongkar Petugas Menolak Pindah ke Rusun
Warta Kota/Bintang Pradewo
Ilustrasi : Sebuah beckhoe menghancurkan sejumlah bangunan liar di jalur hijau di kasawasan Pasar Minggu, Kamis (11/6/2015) 

WARTA KOTA, MAMPANG PRAPATAN - Tiga bangunan seluas 356 meter persegi di Jalan Mampang Prapatan Raya No 80, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (18/2/2016) diratakan dengan sebuah beckho berwarna hijau.

Penertiban yang dilakukan ratusan petugas gabungan itu dalam rangka mengamankan aset dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dimana selama bertahun-tahun lahan yang berada di pinggir Jalan Buncit Raya ditinggali oleh ahli waris dari pejabat PD Dharma Jaya. Karena pejabat PD Dharma Jaya sudah lama meninggal dunia.

Penertiban yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP), TNI dan Polri dilakukan sejak pukul 08.00 WIB.

Namun, akibat penertiban itu membuat arus lalu lintas dari Mampang ke Kuningan dan Jalan Kapten Tendean menjadi macet parah.

Sebuah plang bertuliskan Tanah Milik Pemprov DKI Jakarta CQ PD DHarma Jaya Sesuai HGB No. 246 dipasang aparat Satpol PP.

Dua ahli waris Rina Haruman (51) dan Heni Haruman (49) tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan itu.

Menurutnya, sudah puluhan tahun pengabdian ayahnya, almarhum Haruman Effendi saat menjadi Kepala Biro Peternakan di PD Dharma Jaya dibalas dengan penggusuran.

"Ada janda yaitu ibu kami Siti Rohmah (76) yang tinggal disana. Masa diusir seperti ini," kata Rina di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (18/2/2016).

Kasus tanah bekas rumah dinas itu, kata dia, sudah masuk ke ranah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan perkara nomor 48/Pdt.G/2016/PN.Jkt.Sel per tanggal 28 Januari 2016.

Halaman
123
Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help